KOTA CIREBON (FC).- Sebanyak 10 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi luar negeri mengikuti Cirebon Culture Camp Program 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon.
Program ini berlangsung selama empat hari, mulai 1 hingga 4 Oktober 2024.
Mengusung tema “Exploring the Historical Treasures of Cirebon“, para peserta terdiri dari 5 mahasiswa asal Prancis, 1 mahasiswa dari Jepang, 2 mahasiswa dari Thailand, dan 2 mahasiswa dari Malaysia.
Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., mengatakan hari ini, UGJ menyambut mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi luar negeri yang akan berpartisipasi dalam Cirebon Culture Camp Program 2024.
Melalui program ini, lanjut Achmad Faqih, UGJ ingin memperkenalkan kekayaan budaya dan sosial Cirebon kepada dunia.
“Kami ingin menunjukkan bagaimana budaya, kehidupan sosial, dan perkembangan budaya di Cirebon. Ini adalah langkah UGJ menuju universitas berkelas dunia,” ujar Achmad Faqih, Selasa (1/10).
Dengan adanya program internasional ini, Achmad Faqih berharap, UGJ dan Cirebon semakin dikenal secara global.
“Kami memperkenalkan berbagai kegiatan dengan harapan, UGJ dapat menjadi universitas yang dikenal di berbagai negara. Kami juga tengah mengembangkan program kelas internasional,” jelasnya.
Saat ini, kata Achmad Faqih, UGJ telah memiliki Kantor Urusan Internasional (KUI) yang menangani mahasiswa asing, baik dalam program student exchange* maupun program internasional lainnya.
“Kami terus berupaya memfasilitasi dan meningkatkan program-program tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UGJ, Dr. Cita Dwi Rosita, S.Pd., M.Pd., menjelaskan Cirebon Culture Camp Program 2024 bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Cirebon, kepada mahasiswa asing.
“Selama empat hari ke depan, para mahasiswa internasional akan mengikuti agenda global friendship, di mana mereka juga akan memberikan wawasan internasional kepada mahasiswa UGJ. Harapannya, mahasiswa UGJ memiliki semangat untuk bersaing di tingkat dunia,” ujarnnya.
Selain itu, tambah Cita, mahasiswa asing juga akan dibawa ke sekolah-sekolah mitra UGJ untuk memberikan kontribusi kepada calon mahasiswa, sehingga mampu menanamkan kualitas pendidikan bertaraf internasional.
“Mereka juga akan belajar membatik, mengenal produk-produk UMKM bersama DKUKMPP Kota Cirebon, serta latihan tari Topeng khas Cirebon, angklung, dan belajar bahasa Indonesia serta bahasa Cirebon,” pungkasnya. (Frans)
















































































































Discussion about this post