KAB.CIREBON, (FC).- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, ditunjuk sebagai RS rujukan pemulasaraan jenazah terpapar Covid-19 untuk wilayah Kabupaten Cirebon. Karena proses pemakaman jenazah positif corona atau pasien dalam pemantauan (PDP) dipastikan telah melewati proses pemulasaran yang ketat.
“Ia sesuai standar yang diatur dalam Protokol Penanganan Jenazah Pasien Covid-19 Badan Kesehatan Dunia atau WHO, dan diperlukan petugas khusus yang menanganinya,” kata Direktur RSUD Waled, dr Budi S. Soenjaya saat menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Cirebon, Senin (21/4).
Menurutnya, saat ini RSUD Waled menjadi satu-satunya RS rujukan untuk pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon, karena proses pemakaman pasien harus memiliki keahlian khusus.
“ Sampai saat ini sudah ada 14 PDP yang meninggal dan dilakukan pemulasaraan oleh RSUD Wale. Meskipun rata-rata negatif namun tetap pemakaman dilakukan secara protokoler,” katanya.
Ia menjelaskan pasien meninggal dunia yang ditangani diantaranya dari RSUD Arjawnangun, RS Putra Bahagia, RS Pertamina. Ada tiga golongan pasien meninggal yang ditangani pemakamannya secara khusus, satu pasien dari yang dirawat dan meninggal di RS Waled kedua pasien rujukan dari rumah sakit lain yang kasus PDP atau positif meninggal dan ketiga yang meninggal di rumah terpapar Covid-19, tim pemulasaran Covid-19 akan menjemput dan melakukan pemakamannya.
“RSUD Waled menjadi RS rujukan untuk pemulasaran jenazah pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon. Tim akan menjemput untuk melakukan pemakamannya, karena petugasnya harus khusus,” terangnya.
Selain itu menurut Budi, RSUD Waled sejak Januari lalu telah menerima pasien sebanyak 58 orang yang diduga Covid-19, teidiri 14 ODP, 44 PDP, yang masih dirawat ada 12 PDP, 1 diantaranya pasien positif Covid-19 sampai saat ini kondisinya membaik dan menunggu Swab kedua.
“ Untuk PDP yang meninggal ada 4, namun negatif Covid-19 tetapi karena penyakit lain seperti gagal ginjal, sepsis, dan pneumonia,” ungkapnya.
Untuk jumlah tim medis RSUD Waled, sambung dia, ada 156 orang terdiri dari dokter, perawat dan petugas medis lainnya yang terlibat penanganan Covid-19 sudah dilakukan rapid test, sebagian sudah 2 kali tes dan sebagian baru sekali ikut rapid test dan hasilnya negative. Untuk ruang isolasi sendiri, RSUD Waled sekarang sudah ada 15 ruang, namun jika pasien terus bertambah pihaknya telah menyiapkan 6 ruang baru yang tinggal menunggu kelengkapan fasilitasnya saja.
“Sejak merebaknya penyebaran virus Covid-19, RSUD Waled telah membuat Poli Covid untuk antisipasi, baik kepada pasien tersebut, petugas medis, maupun pasien lain, karena saat ini kita banyak kedatangan pasien ODR dari wilayah terpapar Covid-19,”jelasnya.
Sementara terkait bantuan sejumlah APD dari IWO Cirebon, Budi menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian teman-teman dari IWO Cirebon dalam upaya bersama-sama memerangi Covid-19. Diakuinya sampai saat ini memang ketersedian APD sangat terbatas sedangkan kasus PDP masih banyak atau belum nampak adanya penurunan jumlah pasien.
Ketersediaan APD, kata dia, masih sangat terbatas, disamping mahal juga terbatas sehingga pihaknya masih sangat memerlukan bantuan-bantuan dari para donasi akan ketersediaan APD tersebut.
“Saya sampaikan terima kasih untuk temen-temen semua atas sumbangan donasinya mudah-mudahan keikhlasan ini bisa menjadi ladang amal bagi kita semua dan diberikan kesehatan dan keberkahan, semoga wabah Covid-19 cepat berlalu,”ungkapnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post