MAJALENGKA, (FC).- Pemerintah Kabupaten Majalengka terus berupaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. Termasuk di dalamnya memantau ribuan pemudik yang datang dari kota besar. Sejumlah ikhtiar dilakukan Pemkab guna mencegah masuknya virus corona lewat pemudik yang pulang dari kota besar ke Kota Angin tersebut.
Salah satunya dengan membangun posko antisipasi corona di daerah perbatasan antar Kabupaten seperti Sumedang, Ciamis, Cirebon, Indramayu dan Kuningan.
“Posko ini untuk memfilter mobilitas keluar masuk orang dari berbagai arah batas Kabupaten,” kata Bupati Majalengka Karna Sobahi dalam pernyataan tertulis yang diterima awak media, Kamis (2/4).
Di posko tersebut, jelas Karna, nantinya akan diberlakukan protokol covid 19. Pemudik atau warga akan menjalani serangkaian dari mulai suhu badan, disemprot disinfektan, diberikan penyuluhan, dan diminta isolasi di rumahnya masing masing selama 14 hari.
“Bagi yang terindikasi covid 19 dirujuk ke puskesmas, diperiksa untuk menentukan yang bersangkutan PDP, maka yang bersangkutan dirujuk ke RSUD,” jelasnya
PDP akan diketahui dari riwayat perjalanan, suhu badan panas, batuk dan sesak napas, dan dilakukan rapid test. “Selama 14 hari yang bersangkutan harus isolasi, bila sudah sembuh pun yang bersangkutan masih harus isolasi selama 14 hari,” paparnya.
Berdasarkan kajian yang dilakukannya bersama dengan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Majalengka, Karna memperkirakan ada 5.000 lebih perantau yang akan mudik ke Kabupaten Majalengka, sampai dengan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri mendatang.
Terpisah, Camat Ligung H.Maman Komarudin siap membuat posko pencegahan Covid 19 untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah arus mudik. Untuk di Kecamatan Ligung, posko akan didirikan di Desa Ampel. Hal ini karena jalur tersebut adalah pintu masuk pemudik dari wilayah Jabotabek dan wilayah lainnya.(Munadi).














































































































Discussion about this post