KOTA CIREBON, (FC).- Polemik tidak bisanya keluarga Sultan Aloeda II masuk ke Makam Sunan Gunung Jati, untuk melakukan grebek syawal direspon keluarga Keraton Kanoman.
Ratu Mawar Kartina menuturkan, pihaknya menutup akses masuk makam dikarenakan di Keraton Kasepuhan masih terjadi perebutan tahta.
Jadi jangan mengatasnamakan Sultan Kasepuhan sebelum bisa menunjukkan bukti mulai dari nasab, sejarah, adat dan dikuatkan secara hukum.
“Saya mendapat mandat dan perintah dari Sultan Saladin untuk meluruskan sejarah dan menertibkan persoalan yang ada di Gunung Sembung atau Komplek Makam Sunan Gunung Jati. Siapapun yang mau berziarah dan masuk ke komplek makam Sunan Gunung Jati harus izin terlebih dahulu kepada kami (Keraton Kanoman),” ujar Ratu Mawar didampingi keluarga Keraton Kanoman saat jumpa pers, Selasa (9/5) malam.
Hal ini lanjut Ratu Mawar, sebagai upaya meluruskan sejarah Keraton Kasepuhan. Dan tidak membela salah satu pihak yang sedang berkonflik.
“Kami melarang masuk bagi siapapun termasuk Raharjo Djali yang dirinya mengaku-ngaku sebagai Sultan Kasepuhan. Kalau dia mengatasnamakan keluarga keraton sendiri tidak masalah, asalkan jangan mengatasnamakan dirinya Sultan Kasepuhan, karena saat ini masih berkonflik,” imbuhnya.
Ratu Mawar menegaskan, untuk pengelolaan ijin ziarah, kubur sudah terpusat di Keraton Kanoman. Untuk itu pihaknya akan menertibkan segala sesuatunya yang ada di Gunung Sembung dan Gunung Jati.













































































































Discussion about this post