MAJALENGKA, (FC).– Puluhan warga yang berasal dari semua kalangan umur bergantian melenggang di jembatan bambu yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Randegan Wetan dengan Desa Putridalem Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka. Namun mereka tidak berjalan seperti biasanya. Mereka bejalan ala model dengan pakaian modis aneka gaya. Acara yang mereka gelar itu di namakan Cimanuk Fashion Week.
Tapi aksi ini bukan untuk gaya gayaan semata. Kegiatan ini sebagai bentuk protes warga setempat, karena selama ini pemerintah daerah tidak pernah menyediakan akses jembatan yang menghubungkan antara Desa Randegan Wetan dan Desa Putridalem. Sehingga untuk melintasinya warga setempat memanfaatkan jasa perahu dengan tarif Rp2000 sekali menyebrang.
Sejatinya, lalulintas orang-orang di jembatan ini merupakan aktivitas nyata keseharian warga dua desa itu. Disaat musim kemarau seperti saat ini, Warga Kaputren Desa Putridalem dan Desa Randegan Wetan Kecamatan Jatitujuh ini, selalu melewati jembatan bambu tak permanen. Mereka harus bayar dua ribu untuk pulang pergi.
Kordinator Cimanuk Fashion Week Majalengka, Amin Halimi mengatakan, Cimanuk Fashion Week Jatitujuh Majalengka ini bertujuan mengingatkan kembali pemerintah, dengan rencananya yang akan membangun jembatan permanen.
Selama ini, kata dia, akses jembatan bambu ini sering dilalui warga dua desa untuk memangkas jarak tempuh dan menghemat waktu disaat musim kemarau. Namun disaat musim penghujan air Sungai Cimanuk meluap sehingga untuk melintasinya harus menggunakan jasa perahu eretan.
“Sebab jika harus memutar ke Bendungan Rentang, itu makan waktu cukup lama, lebih cepat jalur sini, hanya dua menit,” ungkapnya, Senin, (1/8).
Amin menambahkan, dengan tema Cimanuk Fashion Week, masyarakat khususnya dua desa di Kecamatan Jatitujuh ini, kembali mengingatkan pemerintah yang berencana membangun jembatan permanen.
“Sepertinya kita memang perlu terus melakukan aksi ini seminggu atau sebulan sekali. Sekalian mengenalkan fashion kampung yang alami,” ungkapnya.
Sementara itu salah Kadus Kaputren, Yahya Sunarya mengatakan, warga yang terlibat cukup senang tampil dalam acara Cimanuk Fashion Week. Hiburan tersebut terkesan lebih menarik karena didukung warga lainnya.
“Kami warga di pesisir kampung di Kabupaten Majalengka juga bisa berekspresi seperti warga kota,” ungkapnya sebagai warga Majalengka.
Sedangkan seorang peserta Cimanuk Fashion Week, mengaku senang mengikuti kegian ini, disamping mengefresikan bakat, warga disini juga bisa protes ke pemerintah agar ke depan bisa dibangunkan jembatan permanen yang melintasi Sungai Cimanuk.
“Sambil hiburan, tapi kita juga bisa protes secara baik baik ke pemerintah agar dibangunkan jembatan permanen,” pungkas warga Randegan Wetan penuh harap, yang mengaku bernama Tamim. (Munadi)
















































































































Discussion about this post