KAB. CIREBON, (FC).- Permasalahan banjir di Kabupaten Cirebon tak pernah terselesaikan. Setiap tahun selalu terjadi, belum ada langkah nyata dari pihak berwenang yaitu Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC).
Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon belum lama ini, langsung mendatangi Kantor BBWSC. Meminta komitmennya untuk melakukan upaya penanggulangan banjir.
“Kita melakukan kunjungan ke BBWSC, untuk menanyakan sejumlah persoalan. Utamanya, terkait penanganan masalah banjir. Kita minta komitmennya,” kata anggota Komisi III DPRD, R Cakra Suseno, kemarin.
BBWS memang mensuportnya. Hanya saja, tidak bisa maksimal. Mereka mengalami kendala. Anggaran yang dimiliki terbatas. Sementara BBWS itu, tidak hanya menangani sungai-sungai di wilayah Kabupaten Cirebon saja, akan tetapi, termasuk kota/kabupaten lain.
“Wilayah cakupannya cukup luas. Tidak hanya dikita saja. Support anggarannya minim. Dari 134 kerawanan, baru 24 saja yang tertangani,” katanya.
Sisanya, lanjut Cakra masih banyak. Ada 110 titik lagi yang harus diperbaiki. Tentu, ini tidak mudah. Ketika yang memiliki kewenangannya saja, kewalahan menanganinya. Politisi Gerindra itu menjelaskan, ketika persoalan normalisasi sungai sudah dilakukan, dapat dipastikan persoalan banjir bisa sedikit teratasi. Menurutnya, memang normalisasi sungai bukanlah satu-satunya solusi.
Ketika kesadaran manusianya masih lemah. Faktanya, sekarang ini, wilayah sungai banyak yang mengalami penyusutan. Akibat dari ulah manusianya. Banyak bangunan permanen berada disekitar aliran sungai. Kemudian, daerah yang harusnya menjadi resapan air, sudah dirusak.
Tapi, normalisasi sungai menjadi keharusan. Bisa meminimalisir kerawanan banjir dan terbukti berdampak positif. Sebut saja di wilayah Mundu. Normalisasi sudah dilakukan. Dampak positifnya, kapal-kapal nelayan sekarang sudah bisa bersandar mendekati wilayah dekat pemukman masyarakat.
“Dulunya ngga bisa, karena sedimentasinya cukup tebal. Sekarang sudah bisa. Karena sudah dikeruk. Dinormalisasi. Mempermudah akses para nelayan,” pungkasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post