KUNINGAN, (FC).- Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak khususnya sapi di Kabupaten Kuningan belum usai. Bahkan pihak kepolisian ikut membantu edukasi sekaligus melakukan pengamanan jalannya vaksinasi terhadap hewan ternak tersebut.
Peran aktif dari pihak kepolisian terus dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus PMK di Kabupaten Kuningan, mengingat yang terindikasi terkena virus tersebut mencapai 3131 ekor yang tersebar di 20 Kecamatan di Kabupaten Kuningan.
Data yang dihimpun, dari 3131 ekor sapi yang terindikasi terserang virus PMK, sebanyak 1964 ekor masih menjalani pengobatan. Kemudian sembuh sebanyak 842 ekor, dan potong bersyarat sebanyak 211 ekor dan mati sebanyak 114 ekor.
Dari jumlah tersebut, terbanyak ada di Kecamatan Cigugur yang mencapai 2746 ekor, kemudian kedua di Kecamatan Cibingbin sebanyak 209 ekor, dan di Kecamatan Cilimus sebanyak 30 ekor. Sisanya tersebar dengan jumlah tidak lebih dari 20 ekor.
Untuk vaksinasi sendiri, telah dilakukan di Kecamatan Cigugur dan Cibingbin dengan rincian Kecamatan Cigugur pemberian vaksin sebanyak 2067 ekor, dan Kecamatan Cibingbin sebanyak 379 ekor.
Menurut Sub Koordinator Keswan dan Kesmavet Diskanak Kuningan, drh. Rofiq, pelaksanana baru difokuskan untuk sapi perah di Cigugur, dan Sapi Potong Pasundan di Dukuh Badag Cibingbin.
Kabupaten Kuningan, lanjut drh. Rofiq, mendapat alokasi vaksin tahap pertama dari Provinsi Jawa Barat sebanyak 7.200 dosis. dan jumlah tersebut dibagi menjadi dua yaitu untuk sapi perah sebanyak 5.200 dosis dan 2.000 dosis untuk sapi potong.
“Vaksin yang diberikan yaitu vaksin jenis Aftopor dengan syarat dilakukannya vaksinasi terhadap hewan ternak sapi yaitu sehat dan tidak terpapar PMK,” ujarnya.
Terpisah, Bupati Kuningan Acep Purnama memberikan pesan kepada masyarakat meski tengah dilanda wabah PMK, stok hewan sehat masih aman.
“Para peternak dan para pengusaha juga tentunya dengan adanya vaksin ini akan lebih tenang bahwa sapi-sapi atau hewan ternak yang ada di Kabupaten Kuningan maupun secara nasional bahwa dengan adanya vaksinasi ini kondisinya sudah lebih sehat atau kekebalan tubuhnya sudah lebih bagus karena virus PMK ini sangat cepat sekali penularannya sehingga butuh vaksin dengan kapasitas yang besar,” jelasnya.
Acep juga meminta untuk pemenuhan kebutuhan Idul Adha khususnya masyarakat Kabupaten Kuningan, agar sapi kuningan tidak keluar wilayah Kuningan maupun sebaliknya sapi dari luar juga diharapkan tidak masuk ke Kuningan.
“Kita gunakan sapi sapi lokal yang sehat di Kabupaten Kuningan karena masih banyak stok sapi sehat dan pasti mencukupi untuk kebutuhan warga kuningan,” ungkap Acep. (Ali)














































































































Discussion about this post