MAJALENGKA, (FC).- Warga Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka terpaksa harus berswadaya memperbaiki jalan di daerahnya.
Pasalnya, sudah sejak lama akses jalan Tegalsari-Cibunut di desa tersebut kondisinya berlubang dan sangat membahayakan pengguna jalan. Bahkan sampai Minggu (15/5) ini, perbaikan masih terus dilakukan.
Salah satu warga, Jojo mengatakan, bahwa sumber dana yang digunakan untuk perbaikan jalan yang menghubungkan akses Jalur Timur Lintas Majalengka (Jatilima) itu bersumber dari dana swadaya murni masyarakat.
“Karena sejauh ini, akses jalan yang merupakan akses jalan kabupaten dan menghubungkan desa-desa di Kecamatan Argapura ini, sudah lama tidak kunjung diperbaiki,” ujar Jojo kepada wartawan, Minggu (15/5).
Oleh karena itu, jelas dia, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kepada pengguna jalan, pihaknya mengajak warga lain untuk menyumbang sejumlah uang.
“Bukan apa-apa, daripada membahayakan orang lain, kami secara swadaya masyarakat bergotong royong memperbaiki kerusakan jalan,” ucapnya.
Bahkan, agar akses jalan bisa lebih bagus, Jojo berharap perbaikan selanjutnya bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten. Tentunya, agar perekonomian masyarakat bisa lancar ketika akses jalan bagus. “Jangan hanya BLT aja yang disalurkan, tapi jalan juga harus bisa diperbaiki. Karena kalau jalan rusak perekonomian masyarakat bisa terhambat,” jelas dia.
Subia Rudiana, selaku petugas UPTD BMCK wilayah Maja menyebut memang akses jalan tersebut masuk ke dalam ranah kabupaten dan setiap tahunnya jika ada kerusakan, UPTD selalu mengajukan ke dinas terkait untuk dilakukan perbaikan. Bahkan tahun 2022 ini rencananya akses tersebut akan diperbaiki. Namun untuk waktu pengerjaannya, belum ada informasi lebih lanjut.
“Rencana perbaikan akan dilakukan tahun ini, namun yang lebih jelasnya masalah kegiatan, ada di bidang. UPTD tidak hafal untuk masalah teknisi kegiatan, antara rekanan dan bidang. Kalau untuk pengajuan perbaikan, setiap tahun dimasukan. Karena pada dasarnya kami menginginkan semua akses jalan bagus,” katanya.
Dirinya menambahkan, agar ada perhatian dari dinas terkait dengan adanya swadaya dalam pelaksanaan perbaikan jalan tersebut, UPTD akan menyurati dinas.
“Karena UPTD hanya penyambung dan kepanjangan dinas. Kebijakan dan sebagainya ada di dinas,” ujarnya. (Munadi)















































































































Discussion about this post