KOTA CIREBON, (FC).- Demo 11 April 2022 serentak digelar di seluruh Indonesia. Aksi ini diusung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI 2022.
Di Kota Cirebon, demo dilakukan oleh Gabungan Mahasiswa Cirebon (GMC) yang terdiri dari Aliansi Mahasiswa UGJ, UTAG, IAIN, UCIC dan beberapa perguruan tinggi di Kota Cirebon. Seribuan mahasiswa ini menyerukan sejumlah tuntutan kepada wakil rakyatnya.
Massa mahasiswa dengan menggunakan jaket almamater masing-masing, melakukan longmarch sambil membentangkan spanduk. Mereka meneriakan yel-yel turunkan harga sembako, penolakan terhadap jabatan presiden 3 periode, penundaan pemilu, dan amandeman UUD 45.
Sekitar Pukul 14.30 WIB, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Cirebon masuk ke Jalan Siliwangi, ditemui juga sejumlah anak-anak SMA. Mereka bertujuan masuk ke Gedung DPRD Kota Cirebon, guna menyuarakan tuntutannya.
Namun, mereka terhadang oleh barikade petugas kepolisian dari Polres Cirebon Kota (Ciko), BKO Brimob, Ditpolairud Polda Jabar, Polres Majalengka, Satpol PP, TNI, Dishub Kota Cirebon dan dari satuan lainnya.
Sempat terjadi perundingan, namun menemui jalan buntu, mahasiswa bersikeras masuk ke gedung DPRD. Akhirnya bentrok pun tak terhindarkan.
Aksi dorong mendorong mahasiswa dan petugas di depan Gedung DPRD dan Balaikota Cirebon tak terhindarkan. Sejumlah petugas dan sedikitnya enam mahasiswa mengalami cidera akibat bentrok tersebut.
Mereka dievakuasi oleh ambulan dari PSC 119 Kota Cirebon ke RSD Gunungjati. Mahasiswa terluka pada bagian wajah, telinga dan dikabarkan seorang lagi mengalami patah kaki karena terinjak-injak.
“Mahasiswa menuntut pemerintah menurunkan harga BBM, sembako, pajak, dan menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN),” cetus Ganesa, salah seorang koordinator lapangan aksi tersebut.
Akhirnya Ketua DPRD Kota Cirebon Affiati mendatangi mahasiswa, didampingi Kapolres Ciko AKBP M Fahri Siregar, Anggota DPRD Doddy Ariyanto, Agung Supirno dan M Syauki.
Affiati menyampaikan, pihaknya akan meneruskan tuntutan mahasiswa tersebut ke DPR RI dan pemerintah pusat. Pasalnya, beberapa tuntutan seperti turunkan harga sembako, BBM, PPN, jabatan presiden 3 periode dan penolakan amandemen UUD, merupakan kewenangan pusat.
“Tapi kami akan fasilitasi terkait kenaikan sembako, seperti minyak goreng. Kami bersama Pemkot Cirebon akan menggelar operasi pasar murah (OPM),” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar mengatakan, petugas mengamankan puluhan pelajar yang kedapatan mengikuti aksi unjuk rasa tersebut.
“Sebanyak 30 pelajar diamankan oleh petugas dan dikembalikan ke rumahnya masing-masing,” katanya. (Agus)













































































































Discussion about this post