KOTA CIREBON, (FC) – Menjelang bulan Ramadhan, perusahaan ritel PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) telah menyiapkan produk-produk kebutuhan masyarakat dari sekarang guna menjaga ketersediaan pasokan.
Regional Corporate Comunication Manager Alfamart Cirebon, Firli Firlandi mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kita sudah menyiapkan item-item untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Contoh, item kurma, dari sekarang kita sudah menyediakan,” katanya kepada FC, Rabu (16/3).
Kemudian produk lainnya seperti sirup, biskuit, pihaknya juga sudah mempersiapkan di toko-toko Alfamart. “Pengiriman stok itu sudah mulai dilakukan,” tambah Firly
Stok produk di toko-toko Alfamart itu akan ditambah dengan melihat prosentase peningkatan permintaan masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya.
“Stok barang di bulan Ramadhan itu biasanya kenaikannya 100 persen,” tandasnya.
Untuk stok produk minyak goreng, diakui Firly masih kosong pihaknya masih menunggu keputusan manajemen yang tengah mengupayakan pengiriman dari prinsipal (distibutor) produsen minyak goreng.
“Untuk pasokan saat ini masih belum ada di gudang kami. Kami belum ada kiriman lagi. Stok yang di toko pun juga sudah kosong,” kata Firly, Rabu (16/3).
Dijelaskan, pihaknya terakhir mendapat pengiriman pasokan minyak goreng tanggal 13 Maret 2022.
Pasokan tersebut kemudian terdistribusikan ke seluruh toko Alfamart dalam dua hari (13-14 Marer 2022).
Di tanggal 14 Maret, lanjut Firly, stok minyak goreng di toko Alfamart sudah habis terjual hanya dalam hitungan menit.
Menurutnya, hal tersebut karena adanya panic buying di masyarakat, walaupun pihaknya sudah melakukan pembatasan pembelian minyak goreng kemasan hanya boleh 2 liter.
“Sebelumnya dalam kondisi normal, pasokan yang dikirim prinsipal biasanya harusnya mencukupi,” tandas Firli.
Sementara itu, melalui pesan WhatApp yang diterima FC pada Rabu (16/3) malam, Alfamart mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat.
Pemerintah telah menetapkan kebijakan harga minyak goreng kemasan baru.
Dalam kebijakan ini, minyak goreng kemasan akan disesuaikan dengan harga keekonomian.
Dengan kebijakan ini, penetapan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan senilai Rp14 ribu telah dicabut dan diserahkan pada mekanisme pasar.
“Bagi kami perubahan harga tentu akan menyesuaikan harga pembelian dari masing-masing produk minyak goreng, dalam waktu dekat setelah mendapat pasokan barang dengan harga beli baru tentunya kami akan menyesuaikan harga jual di toko,” jelas Corporate Communication GM Alfamart, Nur Rachman, seperti yang dikutip melalui pesan tertulis WhatApp yang diterima FC.
Peritel akan mengikuti Surat Edaran
No 09 Tahun 2022 tentang Relaksasi Penerapan Harga Minyak Goreng Sawit Kemasan Sederhana dan Kemasan Premium berisi keputusan pemerintah yang memberikan relaksasi terhadap ketentuan harga eceran tertinggi terhadap minyak goreng sawit kemasan sederhana dan kemasan premium.
Hal ini sambil menunggu pengundangan Peraturan Menteri Perdagangan tentang Pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran. (Andriyana)

















































































































Discussion about this post