KOTA CIREBON, (FC).- Marak beredarnya video kekerasan durasi 0.19 detik di pesan berantai melalui WA, seolah-olah kejadian tersebut ketika selesai pelaksanaan pemilihan kuwu (pilwu) serentak kemarin.
Dimana dalam video kekerasan yang beredar tersebut, adanya warga yang saling serang dan terjadi pembacokan dengan senjata tajam, yang digambarkan sebagai tawuran antar pendukung.
Dengan tegas di sampaikan oleh Kapolres Cirebon kota AKBP M. Fahri Siregar, video kekerasan yang beredar tersebut adalah hoax.
“Ada indikasi video tersebut sengaja dishare, untuk membuat keruh suasana. Padahal saat ini, daerah yang terjadi sedikit salah paham kemarin yaitu Desa Kertasura, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon masyarakatnya sudah berjalan normal dan kondusif, sudah beraktivitas seperti biasa,” ungkap Fahri dalam rapat Anew tingkat Polres Cirebon Kota, Selasa (23/11).
Dikatakannya, dari video kekerasan tersebut ada kejanggalan, yaitu waktunya malam hari. Sementara kejadian salah paham antar beberapa warga adalah sore hari dan sebelum mahrib, sudah kondusif serta aman.
Sementara Kasi Humas Polres Cirebon Kota Iptu Ngatija menambahkan, kejanggalan berikutnya terlihat dalam video kekerasan tersebut, didominasi anak-anak muda. Kemudian dari bahasa yang terdengar dan juga lokasi kejadian, bukan wilayah hukum Polres Cirebon kota.
“Namun demikian, kami akan terus melaksanakan patroli siber. Guna mengetahui secara pasti dimana kejadian atas video kekerasan yang beredar tersebut,” tandasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post