KAB. CIREBON, (FC).- Kapolda Jawa Barat, Irjen Ahmad Dofiri memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/8).
Kapolda mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Babakan Ciwaringin ini sangat disambut antusias santri.
Terbukti, dari target awal 3000 dosis bertambah menjadi 4000an dosis. Baginya, hal ini merupakan kabar baik.
Dengan pelaksanaan vaksin di ruang lingkup santri pondok pesantren, besar harapannya dapat menjadi contoh dan suri tauladan bagi masyarakat sekitar.
“Pelaksanaan vaksinasi di Ponpes juga dikarenakan, pesantren punya peran penting, untuk sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.
Dofiri juga mengingatkan agar terus menjaga 3 poin penting dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini.
“Ada 3 hal poin penting menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Pertama, lanjutnya, perketatan protokol kesehatan (Prokes), baik itu 3M ataupun 5M yang jelas mencuci tangan, memakai masker, dan hindari kerumunan bila tidak diperlukan.
Selanjutnya, pada poin kedua yaitu 3T (testing, tracing, treatment). “Kedua adalah 3T. Kemudian, Ketiga, melalui vaksinasi ini,” paparnya.
Dengan didampingi Kapolresta Cirebon Kombes Pol Arif Budiman, Bupati Imron Rosyadi, Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih, serta Jajaran Forkopimda, dan Pengasuh Ponpes Babakan Ciwaringin KH Zamzami Amin, Dofiri membagikan sejumlah bansos dan bantuan kitab kepada masyarakat terdampak PPKM.
Sementara itu KH Zamzami Amin mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polda Jabar yang telah mempersiapkan ketersediaan ribuan dosis vaksin.
Ia pun menyebutkan bahwa awal target hanya 3000an yang kemudian bertambah menjadi 4000an.
“Sangat berterima kasih. Kita bersyukur awalnya cuma 3000 ternyata malam saja sudah 4000an bahkan lebih,” kata dia.
Semoga, sambungnya, dengan vaksin tidak terjadi efek domino.
“Mudah-mudahan jangan nabrak dan ketabrak. Artinya tidak saling tular menularkan kepada orang lain,” tuturnya.
Salah seorang santri Rifqi Shandy Kurniawan (13) santri pondok Masyariqul Anwar sangat antusias menyambut adanya vaksinasi.
Dirinya mengakui tidak takut dengan vaksinasi ini. “Tidak takut. Seneng juga ada vaksinasi ini. Orang tua Alhamdulillah setuju. Total temen satu pondok ada 20an,” tutupnya. (Sarrah)
















































































































Discussion about this post