KAB. CIREBON, (FC).- Pernyataan Bupati Cirebon H Imron tidak dilibatkan dalam penyusunan draf mutasi, rotasi dan promosi, karena adanya kendali orang luar. Membuat jengkel anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon Fraksi PKS, Junaedi.
Apabila tidak mampu mengendalikan mutasi, tegas Junaedi, Bupati Imron diminta untuk mundur saja. “Kalau bupati tidak kuasa kendalikan mutasi, malah justru dikendalikan pihak luar, sebaiknya bupati (Imron,-red) mundur saja,” tegas Junaedi, Selasa (29/6)
Sebagai pembina kepegawaian, kata Junaedi, itu tidak seharusnya dibiarkan terjadi karena sudah menyalahi aturan. Bupati sebaliknya mengambil tindakan tegas dan cepat, karena memang dia (Imron,-red) bupati nya, yang mempunyai kuasa untuk melakukannya sesuai dengan aturan.
“Buktikan kalau saudara Imron itu bupati, yang punya kuasa, dengan mekanisme yang mengacu pada aturan. Karena seorang bupati adalah pejabat pembina kepegawaian,” cetusnya.
Junaedi menilai, Bupati Imron jangan berani bicara di media saja, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Imron harus berani mengambil langkah tegas,.
“Jangan cengeng di publik saja. Gregetan aku, ‘mengkel’ tapi juga ‘sedih’, punya bupati tidak punya kuasa,” bebernya.
Baca Juga: Baperjakat ‘Bayangan’ Ikut Susun Draft Mutasi, Bupati: Tiba-tiba Sudah Ada Susunannya
Namun demikian, Junaedi juga mengkritik rencana mutasi tersebut, sebab kata dia, disaat kasus pandemi Covid-19 sedang gawat, tetapi pemerintah daerah malah melakukan mutasi. “Dimana rasa sensitivitas ke publik?” ujarnya bertanya.
Menurutnya, jika melakukan mutasi saat ini juga tidak ada urgensinya sama sekali. Alasan pertama, kata dia, akan ada aturan dari pusat paling lambat diterapkan 2022 yang mana sudah harus ada penyesuaian perangkat daerah dengan SOTK yang baru. Sehingga, nantinya pasti akan ada perombakan ulang.
Kedua, lanjut dia, implementasi dari Menteri PAN-RB, sebagian pejabat eselon III dan IV akan dialihkan ke jabatan fungsional. “Kalau sekarang mutasi tidak lama lagi mereka sebagian akan ke fungsional kok,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kabar akan adanya mutasi besar-besaran pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Cirebon pada akhir Juni ini, bukan isapan jempol belaka. Bupati Cirebon H Imron membenarkan kabar tersebut.
Menurutnya, pada Rabu (30/6) lusa akan ada gelaran mutasi dan rotasi untuk pejabat eselon III dan IV. “Benar, mau ada mutasi eselon III dan IV. Kalau eselon II nanti setelah ini akan di buka seleksinya (open bidding,-red),” kata Imron dihadapan wartawan di ruang kerjanya, Senin (28/6).
Baca Juga: Komisi I: Mutasi Para Kadis Terkesan Dipaksakan
Berapa banyak jumlah yang akan dimutasi, rotasi dan promosi? Imron mengaku jumlahnya tidak tahu persis, namun yang pasti banyak. “Akeh (banyak,-red). Kalau jabatan Plt akan dievaluasi tiap tiga bulan sekali,” tambahnya.
Bukan hanya itu, saat ditanya soal persiapan mutasi? Imron mengaku persiapan sudah final, bahkan yang membuat tercengang, tiba-tiba Imron memberikan draft mentah mutasi yang sudah ada di mejanya untuk mutasi dan rotasi untuk pejabat eselon III dan IV kepada wartawan.
Imron menjelaskan, dirinya tidak mengetahui penyusunan penempatan jabatan tersebut, diduga ada orang lain yang mengaturnya seperti Tim Badan
Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat bayangan,-red). Dia menegaskan dalam mutasi kali ini, ia mengaku tidak dilibatkan untuk menentukan posisi draft puluhan pejabat tersebut, baik dari yang promosi dan mutasi serta rotasi.
“Silahkan lihat saja, ini draft mutasi dan promosi serta rotasi dari luar yang menyusun. Rencananya mau kita kirimkan ke Tim Baperjakat. Saya tidak tahu, kok bisa sampai begini, tiba-tiba sudah ada susunannya,” bebernya. (Sarrah)


















































































































Discussion about this post