KOTA CIREBON, (FC). – Cirebon dari dulu dikenal sebagai daerah yang memiliki keanekaragaman suku, agama, dan budaya. Hal itu tetap terajut di berbagai aspek masyarakat Cirebon, misalnya saja di SDN Kompleks Pengampon ini.
Ini tercerminkan dari kegiatan dan fasilitas yang ada di SDN Pengampon 1, 2, dan 3. Di hari normal, para guru mendidik siswa untuk berdoa bersama setiap pagi sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
Kepala Sekolah SDN Pengampon 1, Komanah Sadiah mengungkapkan, sekolah ini dari dulu memang terkenal dengan keberagaman siswa-siswinya.
“Bagi yang muslim setiap pagi akan berdoa di selasar sekolah ini,” katanya ketika ditemui FC.
Ia menceritakan, di ujung terdapat kelas yang diperuntukkan untuk tempat doa umat kristiani, dan kegiatan doa bersama mereka lakukan setiap pagi di aula tengah sekolah.
Adapun ketika merayakan natal dan paskah setiap tahunnya para siswa dan siswi yang beragama Kristen dan Katolik rayakan bersama-sama.
Dibantu dengan orang tua, mereka berkoordinasi untuk membuat acara di gereja.
Selama hampir 10 menit siswa dan siswi dipandu guru untuk berdoa sebelum memasuki kelas. Namun dengan adanya pandemi sekarang, kegiatan berdoa secara normal pun ditiadakan mengingat sekolah juga menggunakan sistem pembelajaran secara daring.
Baca Juga: Berdiri Sejak 1923, SDN Kompleks Pengampon Butuh Renovasi
Secara historis, SDN Kompleks Pengampon juga memiliki nilai keanekaragaman yang besar. Ratna Ningrat, guru yang telah mengabdi selama 16 tahun di SDN Pengampon 1 membagi cerita.
sekolah dasar yang terletak di sebelah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pengampon ini diketahui telah berdiri sejak 1905 dengan nama Chung Hua School, sebuah sekolah yang berbasis etnis Tionghoa.
Seiring berjalannya waktu, sekolah yang terletak di sebelah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pengampon ini berubah nama menjadi Sekolah Garuda. Pada tahun 1923 mereka pun beralih dan resmi mengganti nama lagi menjadi SDN Kompleks Pengampon.
“Jadi ini sekolah pluralisme satu-satunya di Jawa Barat,” ujar Ratna.
Menurutnya, sebelum menjadi tiga kompleks sekolah, dahulu kompleks ini terbagi menjadi lima sekolah. Tetapi terjadi pengurangan jumlah siswa dan siswi sehingga disederhanakan menjadi tiga sampai sekarang ini. (Melly/Job/FC)












































































































Discussion about this post