KOTA CIREBON, (FC). – SDN Kompleks Pengampon telah melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) pada hari Selasa (22/06) dan kemarin.
Meski ditunjuk menjadi sekolah simulasi, SDN Pengampon 1, 2, dan 3 masih banyak fasilitas yang harus dipenuhi.
Kepala Sekolah SDN Pengampon 1, Komanah Sadiah mengakui, sudah waktunya sekolah yang berdiri pada tahun 1923 itu direnovasi.
Menurutnya, tembok yang rusak telah diperbaiki, pengecatan baru empat ruangan, tinggal yang belum pemenuhan keran dan wastafel.
“Walaupun sudah dievaluasi menjadi contoh, kami belum sempurna. Belum semua fasilitas terpenuhi, kita belum bisa seratus persen, jadi kami tetap menunggu apakah kami layak atau tidak untuk menjadi sekolah percontohan PTM,” ujar Komanah ketika ditemui FC.
Instrumen protokol kesehatan secara keseluruhan sudah terpenuhi. Masker, sanitizer, disinfektan, pengukur suhu, kelengkapan alat pelindung diri (APD) juga sudah ada dua.
Akan tetapi, pemenuhan termograf atau pemindai suhu masih bertahap pengadaannya. “Untuk kelanjutannya kita juga perlu diskusi karena sangkut pautnya dengan pendanaan. Semua instrumen kan harus ada tidak boleh putus ketika anak sudah aktif belajar di sekolah,” katanya.
Di sisi lain, hasil kelas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) siswa siswi SDN Kompleks Pengampon cukup memuaskan.
Namun guru juga tidak semerta-merta mengandalkan sistem tersebut, melainkan mereka memberi penugasan seminggu sekali yang harus dikumpulkan orang tua ke sekolah.
SDN Pengampon 1 sendiri baru saja mendapatkan smart board yang digunakan secara bekerja sama dengan SDN Pengampon 2 dan 3. Kota Cirebon pun memberikan 59 smart board ke sekolah-sekolah, Kecamatan Lemahwungkuk sendiri mendapatkan jatah 10.
“Hasil semester ini sangat bagus, ini kan tidak bisa kita tutupi anak belajar di rumah otomatis pasti dukungan orang tua pasti ada. Tapi disitu kan ada guru pendamping lain termasuk anak yang antusias selalu ikut pembelajaran secara daring, itu saja sudah ada penilaian dari guru-guru,” pungkasnya. (Melly/Job/FC)















































































































Discussion about this post