KUNINGAN, (FC).- Kasus Covid -19 di Kabupaten Kuningan terus meroket. Bahkan pada Minggu (27/6) menembus angka sekitar 305 pasien terkonfirmasi positif Covid -19.
Mengatasi lonjakan tersebut, RSUD 45 Kuningan menyiapkan membuka tempat untuk ruang isolasi di lantai 4 ex RSCI Kuningan.
“Kita sudah siapkan sebanyak 50 tempat tidur, baru terisi setengahnya, karena petugas medis kita banyak yang terpapar dan baru selesai dari isolasi mandiri sekitar 27 orang,” ungkap Direktur RSUD 45, dr Dekki Saefullah, kemarin.
Rencananya, tempat isolasi di lantai 4 di RSCI itu akan dibuka hari Selasa atau Rabu besok
Bahkan, lanjut Dekki, pihaknya mulai besok menyediakan tenda darurat di depan IGD RSUD 45 Kuningan yang difungsikan untuk screnning pasien, mengingat lonjakan luar biasa. Dalam tenda telah disediakan sebanyak 30 velbed.
“Jadi nanti di tenda itu rujukan dari mana-mana, kita periksa ulang, apakah harus di rawat RSUD 45 atau di kirim ke RSCI, atau orang yang sehat bisa melakukan isolasi mandiri,” ujar Dekki.
Selain itu, masih Dekki, telah disiapkan balai diklat di BKPSDM untuk digunakan isolasi dengan perawatan ekstra, mengingat kondisi seluruh rumah sakit bukan hanya di RSUD 45, tapi seluruh rumah sakit sedang kualahan.
“Bahkan kita kemarin coba merekrut relawan yang mau dan setuju di tempatkan di ruang isolasi dan baru terekrut sebanyak 15 orang, kalau mau mengabdi ya terus di RSCI,” ungkap Dekki.
Baca Juga: Eks RS. Citra Ibu Kuningan akan Dijadikan Rumah Sakit Darurat Corona
Terpisah, Kadinkes Kuningan dr Susi Lusiyanti membenarkan bahwa balai diklat BKPSDM akan digunakan untuk penampungan isolasi terpadu.
“Kemarin saya sudah kesana sama tim, sudah persiapan, kamar-kamar sudah siap, sedang percepatan, bahkan besok akan seting klinik dan akan seting tempat dan tim dari rumah sakit dan dari dinas,” ujar Susi.
Susi mengaku, upaya percepatan tersebut dilakukan karena lonjakan seperti ini. Belum bisa dikatakan sudah puncak, karena varian baru terindikasi sudah masuk, tapi belum tau juga, karena percepatan angka pesakitan dan kematiannya tinggi bukan hanya di Kuningan tapi Jawa Barat.
“Kita percepatan melakukan penambahan tempat tidur, kemarin diangka 240 sekarang diangka 333 tempat tidur diseluruh rumah sakit, dan akan terus menambah kapasitas di rumah sakit-rumah sakit, dan persiapakan ruang isolasi terpadu di BKPSDM, maksimalkan Citra Ibu, dan mendorong rumah sakit swasta lainnya untuk menambah ruang isolasi,” ungkap Susi.
Meski begitu, Susi mengaku imbas saat ini banyak tenaga kesehatan yang tumbang, bahkan sampai hari ini tercatat sekitar 60 orang.
“Jumlah tenaga medis di kita sebanyak 2000, tapi se kuningan ada 5006 orang, tenaga kesehatan yang terpapar dari januari – mei sekitar 162, kalau di juni ini bisa mencapai 200an,” kata Susi. (Ali)












































































































Discussion about this post