KOTA CIREBON, (FC).- Perbedaan pendapat terkait siapa yang lebih berhak untuk menduduki tahta di Keraton Kasepuhan, mendapatkan tanggapan dari budayawan sekaligus peneliti naskah kuno Muhamad Mukhtar Zaedin.
Menurutnya, pergantian sultan sepuh disebuah kerajaan tidak mutlak harus memiliki garis keturunan. Apalagi diharuskan penerusnya adalah anak laki-laki dari sultan sebelumnya.
Namun harus lebih berdasarkan asas manfaat untuk semuanya dan kemampuan dalam memimpin.
“Kita tarik sejarah, Raja Cirebon Pangeran Cakrabuana menyerahkan kursi tahtanya kepada Sunan Gunung Jati. Padahal beliau memiliki anak laki-laki yakni Pangeran Carbon,” ungkapnya kepada FC, Sabtu (5/6).
Dari sisi kapasitas, lanjutnya, Pengeran Carbon adalah panglima perang. Yang memimpin perang melawan Portugis di Batavia tahun 1527.
Sedangkan Sunan Gunung Jati mempunyai pengalaman yang sudah tingkat internasional dan secara sisi keagamaan.
“Maka dari itu, Pangeran Cakrabuana lebih memilih Sunan Gunung Jati, karena beliau sudah mencapai derajat kewalian. Walaupun statusnya adalah menantu dari Pangeran Cakrabuana,” ucapnya.
Dijelaskan Mukhtar, posisi polmak adalah hal yang biasa di kerajaan. Yakni bila penerus tahta belum cukup umur. Ataupun penerusnya belum memiliki kecakapan, maka diserahkan kepada polmak.
“Untuk status polmak menjadi sultan itu sangat bisa sekali, karena kalau dilihat dari studi kasus sebelumnya asas dasarnya adalah berdasarkan kemampuan bukan berdasarkan keturunan, itu yang harus kita pahami bersama,” katanya.
Sedangkan polemik yang terjadi di Keraton Kasepuhan, dirinya beranggapan hal itu bisa diselesaikan.
Tentunya dengan cara yang bijaksana, dengan semua pihak pemangku kepentingan duduk bersama. Mengedepankan landasan yang benar dan tentunya yang harus bermanfaat bagi Cirebon.
“Silahkan semuanya berdiskusi, terkait keturunan siapa yang berhak bisa dibuka pada diskusi tersebut. Saya siap untuk menjadi penengah dengan kapasitas saya,” pungkasnya. (Agus)












































































































Discussion about this post