KUNINGAN, (FC).- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan memberikan kesempatan baik ruang maupun waktu bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menjalankan ibadah sebagai bagian dari pembinaan kerohanian di Lapas.
Berbagai kegiatan keagamaan diikuti WBP muslim, hal ini terlihat dari rutinitas kegiatan WBP yang beragama Muslim mengikuti Salat Tarawih dilanjutkan dengan Tadarus Alquran di Masjid At-Tawabbin Lapas Kuningan, Senin malam (19/04).
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Gumilar Budirahayu mengatakan, sebelum ramadan pun kegiatan keagamaan sudah rutin dilakukan pihak Lapas.
Namun khusus bulan ramadan ini, volumenya ditingkatkan. Hal itu bertujuan membekali para WBP dan memberikan kesadaran bagi mereka agar bertaubat serta selalu ingat kepada sang pencipta sekaligus menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya.
“Kegiatan tersebut sangat penting untuk memupuk dan meningkatkan keimanan seorang warga binaan. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya selalu berpegang teguh kepada Alquran. Hal itulah yang menjadi salah satu dasar penyelengaraan tadarus Alquran di Lapas Kuningan,” jelas Gumilar
Gumilar menjelaskan, Alquran merupakan kitab suci bagi umat muslim. Sudah sepatutnya sebagai umat muslim senantiasa membaca dan memahami kandungan yang terdapat di dalam Alquran.
Tidak hanya itu, dengan membaca dan memahami kandungan di dalam Alquran maka dapat memperkuat dan memperkokoh keimanan sebagai seorang muslim.
Gumilar berharap dengan intensitas kegiatan keagamaan yang bertambah ini, WBP dapat memanfaatkan momentum ramadan untuk kembali merefleksikan diri mereka, sehingga sikap dan kepribadiaannya menjadi lebih baik lagi.
Terutama ketika WBP telah bebas, maka dapat menjadi bekal untuk kembali bersosialisasi dan diterima dengan baik di masyarakat. (Ali)













































































































Discussion about this post