KAB. CIREBON, (FC).- Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) bersama dengan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Cirebon menggelar acara Diskusi Publik Serial Politik dan Demokrasi disalah satu Caffe di Cirebon, Minggu (11/4).
Diskusi yang diisi oleh beberapa Tokoh Nasional diantaranya, KH. Maman Imanulhaq Anggota DPR RI, Abdul Cholik Anggota DPD RI, Syaiful Huda Ketua DPW PKB Jawa Barat, serta Wakil Ketua DPR RI A Muhaimin Iskandar membahas isu-isu strategis nasional khususnya terkait dengan Politik Kesejahteraan.
KH. Maman Imanulhaq selaku pemateri mengatakan, diskusi tersebut sekaligus membedah gagasan dari Muhaimin Iskandar yang juga selaku Ketua Umum PKB terkait Politik Kesejahteraan.
Dimana ada 4 poin yang khusus dibahas dalam diskusi tersebut seperti yang dituliskan didalam buku hasil karya Muhaimin Iskandar.
“Point pertama tentang jaminan sosial kemudian soal komitmen soal politik kesejahteraan, yang berikutnya adalah baru terkait dengan politik itu berpihak pada asas pertumbuhan. Kemudian yang terakhir pada bagaimana menciptakan Pemerintahan yang kuat dan bersih,” ungkap KH. Maman kepada FC.
Menurutnya, diskusi seperti ini harus dikembangkan kepada kelompok kecil yang kreatif.
Diskusi ini juga tidak hanya dilaksanakan di Cirebon saja, namun perlu juga diperluas dibeberapa daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah, diskusi ini diikuti oleh peserta sampai selesai, baik yang secara online maupun ofline. Mudah-mudahan diskusi ini bisa dilanjutkan dibeberapa daerah,” katanya.
Ditempat yang sama, Ketua ISNU Kabupaten Cirebon Abdul Muiz mengatakan, gagasan tentang Politik kesejahteraan sangat menarik untuk dibahas.
Menurutnya, yang menarik dari gagasan ini adalah ketika gagasan ini dimunculkan disaat pandemi Covid-19.
“Yang mengagetkan dari gagasan ini ketika pemerintah melakukan revolusi industri 4.0, maka menurut kita para Sarjana NU memiliki sebuah pemaknaan yang baru. Kita jadi ingin tahu, apa sih yang dimaksud dari gagasan Negara dan Politik Kesejahteraan,” ujarnya.
Dikatakannya, secara umum, gagasan ini sebelumnya sudah dimunculkan. Namun kali ini, gagasan tersebut dimunculkan kembali oleh tokoh nasional, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.
“Gagasan Teori sebelumnya dengan teori yang sekarang itu jelas berbeda, secara pengetahuan ini yang paling update. Kemudian yang lebih menarik, gagasan ini keluar dari seorang tokoh besar, ini tentu saja gagasan ini sangat berpengaruh bagi kebijakan-kebijakan publik,” tuturnya.
Pria yang akrab disapa kang Muiz ini menambahkan, jika gagasan ini dikeluarkan oleh tokoh yang berpengaruh, tentunya akan mempengaruhi terhadap dinamika kehidupan di Indonesia. Karena kerangka teorinya jelas sangat berbeda dengan gagasan sebelumnya.
“Oleh karenanya penting bagi kita untuk dibahas, karena gagasan ini bisa memiliki kontribusi bagi kebijakan yang ada,” tandasnya. (Muslimin)











































































































Discussion about this post