INDRAMAYU, (FC).- 21 Kecamatan di Kabupaten Indramayu terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Kondisi ini disebabkan tingginya curah hujan dan luapan tiga sungai besar yang melintasi Indramayu.
Kepala Sekretariat BPBD Kabupaten Indramayu Caya mengatakan, berdasarkan data terakhir yang masuk di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ada sebanyak 21 kecamatan terdampak banjir.
“21 kecamatan ini terbagi dalam tiga DAS yakni wilayah Cisanggarung, Citarum dan wilayah tengah antara Cisanggarung dan Citarum yaitu sungai Cipanas,” ungkapnya
21 kecamatan yang terendam tersebut yakni meliputi Kecamatan Bongas, Terisi, Jatibarang, Kertasemaya, Sukagumiwang, Widasari, Krangkeng, Lohbener, Indramayu, Pasekan, Sindang.
Selanjutnya, Kecamatan Cantigi, Losarang, Tukdana, Cikedung, Gabuswetan, Kandanghaur, Anjatan, Haurgeulis, Kroya, dan Kecamatan Lelea.
Caya menyebutkan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Indramayu sejak kemarin membuat tiga sungai meluap. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Haurgeulis.
“Tiga sungai, semuanya limpasan, yaitu Sungai Cimanuk, Cipanas dan Cipunagara. Di Haurgeulis ketinggian mencapai 3 meter,” kata Caya.
Baca juga: Diguyur Hujan Terus Menerus, Desa Bodas Kebanjiran
Sedangkan kata Caya, untuk jumlah rumah yang terendam sekitar 10 ribu rumah dengan rata-rata ketinggian air antara 50 centimeter sampai dengan 300 centimeter. Dan 7 ribu keluarga yang terdampak.
“Sebagian korban banjir sudah di evakuasi dan sampai sekarang masih berjalan. Karena kita terbatas dengan peralatan dan tenaga,” ungkapnya
Caya menambahkan untuk korban banjir oleh petugas gabungan untuk sementara ini dievakuasi. Mereka diungsikan ke tempat aman seperti di bangunan sekolah, masjid, kantor desa dan lain-lain.
Bahkan, lanjut Caya, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk dilakukan pemadaman listrik di sejumlah daerah daerah yang terendam banjir untuk meminimalisir terjadinya korsleting listrik.
Sementara itu, warga Desa Puntang Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu Riko mengatakan, biasanya Kecamatan Losarang khusus Desa Puntang tidak pernah terkena dampak banjir tiap tahunnya dan baru kali ini.
“Dulu pernah pada tahun 2014, setelah itu ngak dan baru sekarang,” ungkapnya
Menurutnya, air naik di pemukiman warga setelah diguyur hujan deras beberapa jam, setelah itu, sekitar pukul 11.00 WIB air mulai naik ke rumah rumah warga.
Sementara itu, Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat mengatakan banjir yang terjadi di Kabupaten Indramayu selain karena curah hujan tinggi, juga karena meluapnya sungai-sungai yang melintas di Indramayu.
“Saat ini, kita tetapkan Kabupaten Indramayu tanggap darurat banjir selama satu minggu. Kita berharap banjir segera reda,” ungkapnya. (Agus)


















































































































Discussion about this post