KOTA CIREBON, (FC).- Memasuki semester ganjil tahun ini, Pemkot Cirebon masih menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) seperti semester sebelumnya.
Hal ini disebabkan kasus Covid-19 masih belum reda. Dengan demikian belum memungkinkan untuk sekolah melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.
Demikian disampaikan Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati kepada FC, Minggu (3/1). Pada pelaksanaan PJJ, pihaknya berbangga, karena metode PJJ di Kota Cirebon mendapatkan apresiasi dari Kemendikbud sebagai sistem PJJ terbaik di Indonesia.
“Dengan segala keterbatasannya, sistem PJJ yang dilaksanakan Disdik Kota Cirebon bersama Tim PJJ, berhasil menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Oleh karena itu, meskipun belum bisa belajar secara tatap muka, kata Eti, sistem PJJ yang diterapkan di Kota Cirebon bisa menjadi alternatif bagi para siswa untuk tetap melaksanakan pembelajaran di tengah kondisi pandemi.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah SDN Pesisir, Darmawan menambahkan, sebetulnya pada semester genap tahun ajaran 2020-2021 ini pihaknya siap melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.
Dengan protokol kesehatan dan kesiapan sarana lainnya sebagai pendukung tatap muka pun sudah dipersiapkan.
“Awalnya mau tatap muka tetapi dibatasi, tetapi setelah kemarin rapat di dinas, ternyata belum bisa. Kesiapan di kami, protokol kesehatan sudah kita siapkan, kami juga kemarin diberikan bantuan alat-alat untuk PJJ,” ungkap Darmawan.
Beberapa pertimbangan dengan adanya rencana di SD tersebut, lanjut Darmawan, ia melihat kondisi anak yang sudah siap, terlebih mereka sudah rindu untuk belajar dikelas bersama teman-temannya.
“Terlebih lagi, sebagai salahsatu sekolah yang berada di pinggiran, pelaksanaan PJJ di sekolah masih terkendala dengan sarana dan prasarananya, masih banyak murid-murid yang tidak memiliki sarana PJJ,” tandasnya. (gus)
















































































































Discussion about this post