KOTA CIREBON, (FC).- Sebagai pihak yang memberikan kontrak kepada PT Toba Sakti Utama (PT TSU) atas pengelolaan Gunungsari Trade Center (GTC), Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon buka suara. Perumda Pasar pun mengancam akan memutuskan kontrak, bila konflik tidak kunjung selesai.
Dirut Perumda Pasar Syekhurohman didampingi Direktur Operasional dan Usaha, Maman Suryaman dan kuasa hukumnya Furqon Nurzaman meminta, konflik pengelolaan GTC harus segera diselesaikan oleh pihak yang terlibat.
Pria yang akrab disapa Rohman ini mewanti-wanti, agar konflik ini jangan sampai berlarut-larut. Apalagi menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan para pengunjung. Apalagi terdapat pasar tradisional yakni Pasar Gunungsari yang berada dibelakang GTC.
“Jangan sampai mengganggu aktivitas Pasar Gunungsari. Karena pasar itu tidak ada hubungannya dengan GTC. Pasar itu merupakan aset untuk pendapatan asli daerah dan sudah berstandar nasional,” jelasnya kepada FC, Kamis (24/9)
Pihaknya juga sudah menerima keluhan dari Ikatan Pedagang (IPP) Pasar Gunungsari yang merasa khawatir konflik ini bisa mengakibatkan sepinya pengunjung pasar, berakibat menurunnya omset harian dari para pedagang pasar.
Masyarakat yang akan berbelanja di pasar, lanjutnya, beranggapan GTC tutup begitu juga Pasar Gunungsari. Untuk itu, pihaknya sudah memasang spanduk pemberitahuan pasar tetap buka dan beroperasi.
“Kita lihat upaya pengelola GTC apakah bisa segera menyelesaikan permasalahannya. Yang utama bagi kita, tidak ada kegaduhan dan tidak menggangu Pasar Gunungsari,” tegasnya.
SementaraKuasa hukum Perumda Pasar, Furqon Nurzaman telah mempelajari perjanjian kerjasama antara PT Toba Sakti Utama (TSU) terkait GTC. Di dalam perjanjian, kontrak TSU bisa diputus oleh Perumda Pasar Berintan.
“Ada klausul yang menyebutkan kalau TSU tidak menyerahkan pengelolaan kepada siapapun. Kenyataannya dikelola oleh pihak lain tanpa pemberitahuan. Kami akan putuskan di pengadilan jika tidak segera selesai,” tandasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post