KAB.CIREBON, (FC).- Kepedulian terhadap fasilitas ibadah dan nilai sejarah ditunjukkan masyarakat Blok Pekauman, Desa Gebang Udik, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.
Warga bergotong royong memperbaiki jalan menuju Masjid Baitul Ghofur secara swadaya, Kamis (9/7).
Perbaikan tersebut dilakukan untuk menjaga akses menuju masjid bersejarah yang diyakini menjadi salah satu peninggalan era para wali sekaligus mempermudah aktivitas masyarakat dan jamaah.
Tokoh masyarakat Blok Pekauman, KH Muchdi Miftah, mengatakan inisiatif perbaikan jalan lahir dari semangat kebersamaan warga serta kepedulian terhadap keberadaan Masjid Baitul Ghofur yang memiliki nilai sejarah dalam perkembangan syiar Islam di wilayah Gebang.
“Selain menjaga ukhuwah, kami ingin melestarikan masjid peninggalan para wali agar tetap terawat dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, ruas jalan menuju masjid sepanjang sekitar 208 meter dengan lebar enam meter sebelumnya telah dibangun menggunakan konstruksi beton oleh Pemerintah Desa Gebang Udik.
Namun, kondisi jalan mengalami kerusakan akibat beberapa kali diterjang banjir.
“Kalau tidak segera diperbaiki, kerusakannya akan semakin parah. Karena itu masyarakat berinisiatif melakukan pemeliharaan secara swadaya,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, warga melakukan penambalan dan pengaspalan dengan menggunakan sekitar 21 ton aspal.
Biaya pembelian material berasal dari iuran masyarakat dan dukungan para donatur, sementara pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan bantuan peralatan dari pengusaha konstruksi setempat.
KH Muchsin menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk amal jariyah karena dilakukan untuk kepentingan bersama, khususnya masyarakat yang menggunakan akses menuju masjid.
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi dari pemerintah desa, ruas jalan tersebut belum mendapatkan alokasi pembangunan pada tahun 2026 sehingga warga memilih bergerak secara mandiri agar kondisi jalan tidak semakin rusak.
“Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal jariyah dan membawa manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Ke depan, masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lanjutan berupa pembangunan saluran pembuangan air (SPAL) di sepanjang jalan tersebut.
Infrastruktur drainase dinilai penting untuk mencegah kerusakan akibat genangan air dan banjir yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan.
Warga berharap semangat gotong royong yang telah terbangun dapat terus dipertahankan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, fasilitas umum, dan keberlangsungan masjid bersejarah Baitul Ghofur. (Nawawi)












































































































Discussion about this post