INDRAMAYU, (FC).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu memproyeksikan penambahan kawasan industri hingga 20 ribuan hektare.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengatakan, penambahan luas kawasan industri dari eksisting saat ini yang mencapai 14 ribuan hektare itu untuk membidik potensi hilirisasi industri.
Karenanya, menurut dia, pemerintah daerah bergerak cepat untuk memproyeksikan penambahan luas kawasan industri hingga seitar 6.000 hektare dalam rencana tata ruang ke depan.
“Langkah ini untuk memicu kehadiran berbagai pabrik turunan atau industri hilir di areal yang terintegrasi,” kata Lucky Hakim saat ditemui di Pendopo Bupati Indramayu, Jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Selasa (23/6/2026)
Ia mengatakan, Proyek Polypropyline Plant Balongan (PPB) PT Polytama Propindo yang dimulai hari ini harus ditangkap sebagai peluang emas untuk membangun ekosistem industri hilir.
“Ini sejalan dengan rencana Indramayu, karena jika berbicara hilirisasi, maka potensi Indramayu sangat besar untuk ditawarkan sebagai kawasan industri ke depan,” ujar Lucky Hakim.
Pihaknya mengakui, ekspansi kawasan industri tersebut menjadi opsi yang menarik bagi investor, karena bisa membuka pabrik hilir atau downstream di wilayah Kabupaten Indramayu.
“Daripada bahan bakunya dikirim jauh-jauh dari daerah lain yang memakan biaya transportasi, lebih baik membuka usahanya di Indramayu untuk menekan cost operasionalnya,” kata Lucky
Ia menyampaikan, penambahan luas kawasan industri juga menjadi bentuk kesiapan regulasi pemerintah daerah dalam mengimbangi ketersediaan bahan baku yang melimpah di dalam daerah.
Lucky meyakini, perluasan kawasan industri terintegrasi tidak hanya mempercepat perputaran ekonomi, tetapi mampu membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Termasuk penyerapan tenaga kerja, dan keterlibatan pelaku usaha lokal, sehingga proyeksi penambahan luas kawasan industri di Indramayu ini demi mendukung hilirisasi industri,” pungkasnya. (Agus Sugianto)












































































































Discussion about this post