KAB.CIREBON, (FC).- Sebuah rumah milik Bunadi di Blok Jero RT 03 RW 08, Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, hangus dilalap si jago merah, Senin (22/6) siang.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp250 juta.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.37 WIB. Setelah menerima laporan dari Mandor Desa Trusmi Wetan, Edi Sunardi, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan Regu I Damkar Sektor Weru tiba di lokasi sekitar 11 menit setelah laporan diterima. Saat petugas datang, api sudah membesar dan menguasai sebagian besar bangunan rumah.
“Menerima laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, api masih berkobar cukup besar sehingga dilakukan upaya pemadaman dan pendinginan secara intensif,” ujarnya.
Besarnya kobaran api membuat Damkar menerjunkan bantuan dari sejumlah sektor, di antaranya Sektor Sumber, Palimanan, dan Gunungjati.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di kawasan permukiman yang cukup padat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting pada instalasi listrik yang sudah tua dan tidak memenuhi standar keamanan.
Api disebut pertama kali muncul di bagian belakang rumah sebelum akhirnya membesar dan melalap hampir seluruh bangunan.
Saat kejadian, pemilik rumah diketahui sedang tertidur di bagian depan rumah sehingga tidak mengetahui awal mula munculnya api.
“Dugaan sementara berasal dari instalasi listrik lama yang menempel pada material kayu yang sudah lapuk. Kondisi itu diduga memicu terjadinya kebakaran,” jelas Eno.
Selain menghanguskan rumah utama, api sempat merambat ke bangunan di sisi timur lokasi dan menyebabkan kerusakan pada sebagian jendela serta gudang belakang milik Batik Nova.
Petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 13.37 WIB. Proses pendinginan kemudian dilanjutkan hingga pukul 14.00 WIB guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Rumah dengan luas sekitar 400 meter persegi itu mengalami kerusakan berat. Sekitar 350 meter persegi bangunan hangus terbakar, sementara sebagian kecil area lainnya berhasil diselamatkan.
Sejumlah barang berharga turut musnah dalam kejadian tersebut, di antaranya tiga kasur, satu unit sepeda, dua kipas angin, satu penanak nasi, tiga lemari pakaian, kompor, serta berbagai perabot rumah tangga lainnya.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala akses menuju lokasi yang relatif sulit. Jalan lingkungan yang sempit serta jarak rumah yang cukup jauh dari jalan utama membuat proses penanganan membutuhkan upaya ekstra.
“Lokasi berada di kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang sempit. Titik kebakaran juga berjarak sekitar 60 meter dari jalan utama sehingga cukup menyulitkan mobilisasi petugas,” katanya.
Pemadaman melibatkan unsur Damkar, Babinsa, perangkat Desa Trusmi Wetan, warga setempat, serta pihak PLN. Meski kerugian materi cukup besar, dua penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka. (Johan)















































































































Discussion about this post