KOTA CIREBON, (FC).– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui Regional 2 Cirebon menerima kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI dalam rangka meninjau kondisi, layanan, serta arah pengembangan sektor transportasi dan kepelabuhanan di Kota Cirebon.
Kunjungan ini menjadi bagian dari perhatian Komisi V DPR RI terhadap penguatan peran Pelabuhan Cirebon sebagai simpul logistik strategis di wilayah Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua Tim Kunjungan Spesifik, Roberth Rouw, bersama para Anggota Komisi V DPR RI dan jajaran.
Turut hadir Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Anto Julianto; Plt. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta–Jawa Barat, Ibnu Kurniawan; Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman; Kepala KSOP Kelas II Cirebon, Heru Widada; Group Head Hubungan Lembaga dan Investor PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Wahyu Pradityo; serta General Manager Pelindo Regional 2 Cirebon, Darwis.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memaparkan peran Pelabuhan Cirebon sebagai pelabuhan pengumpul strategis di Provinsi Jawa Barat.
Pelabuhan Cirebon dinilai memiliki posisi penting dalam mendukung kelancaran arus logistik, khususnya untuk wilayah Cirebon dan kawasan sekitarnya.
Paparan tersebut juga mencakup perkembangan arus kapal dan barang, serta implementasi digitalisasi layanan kepelabuhanan melalui Inaportnet, Single Truck Identification Data (STID), Sistem Informasi Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (SIMON TKBM), Auto Gate System, dan berbagai upaya peningkatan efisiensi layanan logistik dan kepelabuhanan di Pelabuhan Cirebon.
Selain capaian operasional dan peningkatan layanan, turut disampaikan sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan Pelabuhan Cirebon ke depan.
Beberapa di antaranya meliputi penanganan sedimentasi yang berdampak pada alur pelayaran dan kolam pelabuhan, keterbatasan ruang pengembangan akibat kondisi geografis, kebutuhan diversifikasi komoditas, serta penguatan pengelolaan lingkungan dalam aktivitas operasional pelabuhan.
Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan, Muhammad Anto Julianto, menyampaikan bahwa pengembangan Pelabuhan Cirebon memerlukan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan pengembangan Pelabuhan Cirebon berjalan secara terukur, berkelanjutan, serta mampu mendukung kelancaran arus logistik dan pertumbuhan ekonomi wilayah,” ujarnya, Kamis (18/6).
Menanggapi berbagai paparan yang disampaikan, Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua Tim Kunjungan Spesifik, Roberth Rouw, menyampaikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan seluruh pihak dalam menjaga keberlangsungan operasional dan pelayanan kepelabuhanan di Cirebon.
“Berbagai persoalan dan kebutuhan yang telah disampaikan hari ini akan kami dalami lebih lanjut bersama mitra kerja terkait. Komisi V DPR RI berkomitmen mengkaji setiap masukan sebagai bahan dalam perumusan kebijakan dan penguatan dukungan terhadap pembangunan sektor transportasi dan kepelabuhanan,” ujar Roberth.
Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 2 Cirebon, Darwis, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, regulator, operator pelabuhan, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Komisi V DPR RI, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Daerah, serta seluruh stakeholder terhadap pengembangan Pelabuhan Cirebon. Kunjungan ini menjadi wadah yang konstruktif untuk membangun kesamaan pemahaman dan memperkuat kolaborasi dalam menjawab berbagai kebutuhan pengembangan kepelabuhanan, demi peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah,” ujar Darwis.
Pelindo Regional 2 Cirebon menyambut baik hasil kunjungan kerja spesifik tersebut dan siap terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan pelabuhan yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, regulator, operator pelabuhan, dan pemangku kepentingan terkait, Pelabuhan Cirebon diharapkan semakin mampu memperkuat perannya sebagai simpul logistik strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (Agus)













































































































Discussion about this post