KAB.CIREBON, (FC).- Festival 1 Suro kembali digelar meriah di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Kegiatan budaya tahunan tersebut menjadi ajang pelestarian tradisi sekaligus mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat.
Festival yang diselenggarakan Pemerintah Desa Cirebon Girang bersama masyarakat itu mendapat dukungan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah desa, kecamatan, mitra desa, hingga masyarakat yang berpartisipasi secara swadaya.
Beragam kegiatan mewarnai pelaksanaan Festival 1 Suro tahun ini, di antaranya pawai ogoh-ogoh, santunan anak yatim, festival tari tradisional, lomba video potensi desa, pagelaran seni budaya, serta kirab yang diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Talun.
Kuwu Desa Cirebon Girang, Moh. Uto Hapid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah Festival 1 Suro dapat terlaksana dengan baik berkat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, mitra desa, serta dukungan dari pihak kecamatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga kegiatan berjalan lancar dan meriah,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Selasa (16/6).
Menurutnya, Festival 1 Suro bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sarana untuk menjaga dan mengenalkan nilai-nilai budaya warisan leluhur kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Selain menjadi ruang ekspresi budaya, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat silaturahmi, membangun persatuan, dan meningkatkan kebersamaan antarwarga.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang rangkaian acara berlangsung. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan dan turut berpartisipasi dalam berbagai agenda yang diselenggarakan.
Uto berharap Festival 1 Suro dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai identitas budaya Desa Cirebon Girang sekaligus media untuk memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menjaga tradisi, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat desa,” katanya.
Festival 1 Suro sendiri telah menjadi agenda budaya rutin yang setiap tahunnya dinantikan masyarakat karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengandung nilai edukasi, sosial, dan pelestarian budaya lokal. (Johan)













































































































Discussion about this post