Sea Wall Diharapkan Kurangi Dampak Rob di Kota Cirebon
KOTA CIREBON, (FC).- Harapan warga pesisir Kota Cirebon untuk terbebas dari ancaman banjir rob mulai menemukan titik terang.
Pemerintah Kota Cirebon menyebut rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di kawasan Pantai Utara Jawa menjadi salah satu solusi jangka panjang yang diharapkan mampu mengurangi dampak rob yang selama ini kerap melanda sejumlah wilayah pesisir.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut mulai dibahas secara serius bersama Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).
Lembaga yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2025 itu memiliki tugas merencanakan sekaligus mengeksekusi pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantura Jawa.
Menurut Edo, Kota Cirebon menjadi salah satu daerah yang masuk dalam cakupan proyek tersebut. Bahkan, kawasan pesisir Kota Cirebon yang memiliki garis pantai sekitar 7 kilometer telah mulai dipetakan sebagai bagian dari tahap perencanaan.
“Program Giant Sea Wall ini merupakan program strategis nasional. Saat saya bertemu dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, disampaikan bahwa wilayah Pantura, termasuk Kota Cirebon, akan menjadi bagian dari proyek ini,” ujarnya.
Edo menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari pemerintah pusat, pembangunan Giant Sea Wall di Kota Cirebon masuk dalam pelaksanaan tahap ketiga. Saat ini, tim dari BOPPJ masih melakukan survei lapangan untuk menentukan kebutuhan teknis maupun besaran anggaran yang diperlukan.
“Sekarang masih dalam tahap survei dan pemetaan. Tim sedang menghitung luasan wilayah, panjang area yang akan ditangani, serta kebutuhan pembangunan yang diperlukan,” katanya.
Lebih lanjut, Edo mengungkapkan konsep penanganan kawasan pesisir nantinya tidak hanya berupa pembangunan tanggul laut. Pemerintah pusat menyiapkan tiga pendekatan yang akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Pendekatan tersebut meliputi pembangunan kolam retensi untuk pengendalian genangan, rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove, serta pembangunan tanggul laut raksasa di titik-titik yang dinilai paling membutuhkan perlindungan.
“Setiap daerah memiliki karakteristik pantai yang berbeda, sehingga metode penanganannya juga akan disesuaikan. Ada yang menggunakan kolam retensi, penanaman mangrove, maupun tanggul laut,” jelasnya.
Bagi Kota Cirebon, proyek ini dinilai sangat penting mengingat sejumlah kawasan pesisir masih menjadi langganan banjir rob. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Kelurahan Kesunean yang hampir setiap tahun bahkan dalam periode tertentu mengalami rob secara berulang.
Karena itu, Pemkot Cirebon berharap proses perencanaan dan survei dapat segera rampung sehingga pelaksanaan pembangunan dapat dimulai dalam beberapa tahun ke depan.
“Mudah-mudahan survei selesai tahun ini, kemudian pada 2027 atau 2028 sudah bisa mulai direalisasikan. Harapannya tentu untuk mengurangi bahkan mengatasi rob yang selama ini cukup tinggi di Kota Cirebon, khususnya di kawasan pesisir seperti Kesunean,” pungkas Edo. (Agus)












































































































Discussion about this post