KAB. CIREBON, (FC).- Pernyataan Ketua Komisi III DPRD DPRD Kabupaten Cirebon Hermanto terkait dengan IMB Pesantren mendapatkan reaksi keras dari organisasi Pesantren dan para Santri Se Kabupaten Cirebon.
Seperti yang diungkapkan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kabupaten Cirebon, pihaknya merasa tersinggung atas apa yang dikatakan oleh Hermanto.
Ketua RMI Kabupaten Cirebon KH. Badrudin mengatakan, dirinya merasa khawatir jika Pondok Pesantren dijadikan komoditi politik untuk melakukan penyerangan terhadap lawan politiknya.
Dirinya juga mengaku merasa tersinggung jika para politisi ataupun pemerintahan mempertanyakan IMB Pesantren.
“Saya sudah ditelepon oleh 40 Kyai dan tadi malam juga saya didatangai para Santri Se Cirebon terkait adanya pernyataan itu, namun kami diam bukan berarti tidak bersikap, kami hanya tidak mau gegabah dengan langsung menyikapi hal itu,” ujar Kyai Badrudin kepada FC saat ditemui di Kantor Sekretariat PCNU Kabupaten Cirebon Sumber, Minggu (5/7).















































































































Discussion about this post