MAJALENGKA, (FC).– Industri genteng tradisional di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, yang sempat mengalami penurunan drastis dalam beberapa tahun terakhir, kini perlahan kembali menggeliat.
Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto, mulai memberikan dampak nyata terhadap bangkitnya roda ekonomi para pengrajin genteng lokal.
Tanda kebangkitan itu terlihat dari mulai bermunculannya lowongan pekerjaan di sejumlah pabrik genteng di kawasan Jatiwangi. Di depan salah satu pabrik, terpampang banner lowongan kerja bagi para pengrajin genteng dengan tulisan sederhana namun menarik perhatian masyarakat.
Dalam banner tersebut tertulis kebutuhan pekerja untuk posisi pengrajin genteng dengan upah harian Rp60 ribu bagi pekerja perempuan dan Rp100 ribu untuk pekerja laki-laki. Pengumuman itu juga dilengkapi nomor kontak telepon yang bisa dihubungi calon pekerja.
Fenomena ini jarang terjadi, pemandangan yang mulai jarang terlihat dalam beberapa tahun terakhir, di tengah meredupnya industri genteng tradisional akibat menurunnya permintaan pasar dan perubahan material bangunan modern.
Kini, melalui program Gentengisasi, denyut industri khas Jatiwangi itu kembali hidup.
Aktivitas produksi perlahan meningkat dan kebutuhan tenaga kerja mulai bertambah seiring dorongan distribusi genteng lokal dalam skala besar.
Informasi lowongan pekerjaan itu bahkan turut diunggah akun resmi Instagram dk2ukmmajalengka dengan gaya promosi yang unik dan menyentuh sisi emosional masyarakat.
Dalam unggahannya, DK2UKM Kabupaten Majalengka menuliskan caption bernuansa romantis untuk menarik perhatian warganet dan para pencari kerja.
“Laki-laki sejati bukan cuma pandai berjanji, tapi berani berangkat kerja demi orang yang dicintai,” tulisnya, Minggu (17/5).
Unggahan tersebut sontak mendapat perhatian publik dan dinilai menjadi cara kreatif pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali semangat industri kerakyatan di Majalengka.
Disisi lain, Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui DK2UKM bersama sejumlah dinas terkait juga terus mematangkan pelaksanaan program Gentengisasi.
Salah satunya melalui rapat koordinasi persiapan Flag Off 600 truk genteng yang dalam waktu dekat akan mulai didistribusikan.
Program tersebut bukan sekadar soal pengiriman produk genteng dalam jumlah besar, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan industri lokal yang selama puluhan tahun menjadi identitas ekonomi masyarakat Jatiwangi.
Menurut Sekretaris DK2UKM Kabupaten Majalengka, Adhi Setya, bahwa kolaborasi lintas sektor, kesiapan produksi para pengrajin, hingga teknis distribusi terus dimatangkan agar program Gentengisasi mampu berjalan maksimal dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kebangkitan industri genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka ini pun menjadi harapan baru bagi para pengrajin lokal yang sebelumnya terancam kehilangan mata pencaharian,” katanya, Minggu (17/5).
Setelah lama redup, asap tungku-tungku pembakaran genteng di Jatiwangi, kini perlahan kembali mengepul, menandai hidupnya kembali salah satu warisan industri tradisional terbesar di Kabupaten Majalengka. (Munadi)











































































































Discussion about this post