KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon terus menggenjot program job matching guna mempererat keterkaitan antara dunia pendidikan dan DUDIKA (Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja). Langkah ini dinilai efektif mempercepat penyerapan lulusan, khususnya dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Hal tersebut disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, saat menghadiri pembagian Surat Keterangan Lulus (SKL) di SMK Muhammadiyah Lemahabang, Senin (4/5).
Menurut Novi, keberadaan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK berperan strategis sebagai jembatan antara lulusan dengan dunia industri. Peran tersebut diperkuat dengan jaringan kerja sama yang terus diperluas, baik di wilayah Cirebon timur maupun luar daerah.
Setiap tahun, jumlah lulusan SMK di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 11 hingga 12 ribu orang. Angka tersebut relatif sebanding dengan peluang kerja yang tersedia, sehingga kolaborasi antara sekolah dan dunia industri menjadi kunci percepatan penempatan tenaga kerja.
“BKK membuka akses lebih luas bagi lulusan SMK untuk masuk ke dunia usaha dan industri, sekaligus membantu pemerintah daerah dalam penyerapan tenaga kerja,” ujar Novi.
Dari sisi ketenagakerjaan, tren di Kabupaten Cirebon menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat turun dari sekitar 6,7 persen menjadi 6,4 persen. Meski demikian, jumlah pengangguran masih berada di kisaran 80 ribu orang.
“Secara tren positif. Dibanding daerah lain di wilayah tiga, Cirebon dan Majalengka konsisten mengalami penurunan. Ini didorong oleh iklim investasi yang terus tumbuh,” jelasnya.
Namun, peningkatan jumlah lulusan setiap tahun tetap menjadi tantangan. Karena itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya percepatan sinergi antara SMK dan dunia kerja agar penyerapan tenaga kerja terus meningkat. (Nawawi)














































































































Discussion about this post