KUNINGAN, (FC).- Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, Dadan Rohmatun, mengingatkan isu dugaan pembebasan lahan untuk pengembangan Pondok Pesantren Al-Zaytun di Kabupaten Kuningan berpotensi memicu konflik sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi informasi yang beredar terkait rencana pembebasan lahan di Kecamatan Ciawigebang dan Kalimanggis. Isu itu mencuat setelah muncul kabar adanya peninjauan lahan yang diduga melibatkan Panji Gumilang.
Menurut Dadan, isu yang berkaitan dengan agama memiliki tingkat sensitivitas tinggi sehingga perlu disikapi secara hati-hati.
“Isu agama sangat rentan menimbulkan konflik. Dengan munculnya rencana tersebut, dikhawatirkan akan memicu konflik baru di Kuningan,” ujarnya, Kamis (30/4).
Ia meminta pemerintah daerah serta Kementerian Agama Republik Indonesia untuk bersikap serius dalam merespons isu tersebut agar tidak menimbulkan ketegangan di masyarakat.
“Pemerintah daerah dan Kementerian Agama hendaknya menyikapi ini dengan serius. Jangan sampai memberikan ruang konflik baru di Kuningan,” katanya.
Dadan juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan tetap menjaga kondusivitas.
“Kita harus menyikapi ini dengan cerdas, bukan dengan sikap-sikap yang mengarah pada instabilitas,” tegasnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran rencana pembebasan lahan maupun aktivitas peninjauan yang dikaitkan dengan pengembangan Al-Zaytun di wilayah tersebut. (Angga)








































































































Discussion about this post