KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, memulai pembangunan total kantor kecamatan dengan nilai anggaran Rp1.807.940.887,67, Selasa (28/4).
Proyek tersebut dikerjakan CV Sheril Putri Mandiri sebagai upaya menghadirkan fasilitas pelayanan publik yang lebih representatif, nyaman, dan modern.
Camat Waled, Atat Hartati, mengatakan pembangunan itu merupakan hasil perjuangan panjang untuk mewujudkan gedung pemerintahan yang layak, tidak hanya enak dipandang tetapi juga nyaman digunakan masyarakat maupun aparatur.
“Kami ingin menghadirkan kantor kecamatan yang layak, nyaman, dan membanggakan. Ini bagian dari komitmen kami meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia mengaku bangga atas dukungan para kuwu di wilayah Kecamatan Waled yang turut mendukung visi pembangunan selama dirinya menjabat. Menurutnya, revitalisasi kantor kecamatan sejalan dengan lima program prioritas yang tengah didorong di wilayah tersebut.
Kelima prioritas itu meliputi penanganan banjir melalui pembangunan tebing penahan dan normalisasi sungai, perbaikan infrastruktur jalan di lima titik, peningkatan penerangan jalan umum (PJU), pengelolaan sampah berbasis kreativitas desa, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan pariwisata.
“Kami berharap wilayah yang selama ini rawan banjir seperti Mekarsari dan Gunungsari bisa berkurang bahkan bebas banjir ke depan,” tambahnya.
Terkait pembangunan kantor, Atat menjelaskan proyek dilakukan secara total dari nol, termasuk pembongkaran bangunan lama dan pembangunan pondasi dalam untuk menopang gedung dua lantai.
Nantinya, gedung akan dilengkapi ruang pelayanan administrasi, ruang pertemuan, dapur, toilet, serta fasilitas pendukung lainnya.
Ia menambahkan, pembangunan kantor tersebut merupakan bagian dari program terbatas, di mana hanya tiga kecamatan di Kabupaten Cirebon yang mendapat desain serupa, yakni Waled, Kedawung, dan Kapetakan.
Selain gedung utama, kawasan kantor juga akan dilengkapi fasilitas tambahan seperti gedung olahraga, kantin, gapura pintu masuk, hingga ikon patung “Ajimut” sebagai ciri khas daerah.
Selama proses pembangunan berlangsung, pelayanan masyarakat tetap berjalan dengan memanfaatkan gedung aula lama sebagai kantor sementara karena tidak tersedia anggaran untuk penyewaan tempat.
Ke depan, kantor kecamatan baru itu ditargetkan menjadi salah satu gedung pelayanan terbaik di Kabupaten Cirebon dengan fasilitas lengkap dan ramah masyarakat, termasuk ruang ramah anak serta sanitasi memadai.
“Harapan kami, kantor ini menjadi yang terbaik, paling nyaman, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Atat. (Nawawi)










































































































Discussion about this post