TEHRAN, (FC).- Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, menolak rencana pemerintah Lebanon untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Israel.
Ia menyebut langkah itu sebagai “dosa besar” yang akan menggoyahkan stabilitas Lebanon, seraya bersumpah untuk mengakhiri pendudukan Israel di Lebanon selatan.
“Kami secara tegas menolak negosiasi langsung dengan Israel,” kata Qassem, dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan Naharnet, dikutip via Tasnim pada Selasa (27/4).
Qassem menegaskan Hizbullah tidak akan menyerahkan senjata. Ia bersumpah pasukan Israel tidak akan bertahan di “seinci pun tanah yang diduduki”.
Qassem menyerukan pemerintah Lebanon untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai “dosa besar” yang menjerumuskan negara ke dalam ketidakstabilan.
Ia menegaskan bahwa ancaman musuh tidak akan membuat Hizbullah mundur. “Kami akan melanjutkan perlawanan defensif kami untuk Lebanon dan rakyatnya,” ujarnya.
“Seberapa pun besar ancaman musuh, kita tidak akan mundur, kita tidak akan tunduk, dan kita tidak akan dikalahkan,” tegas Sheikh Qassem.***











































































































Discussion about this post