KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah Kota Cirebon mulai memanfaatkan teknologi modern di sektor pertanian dengan menguji coba penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida nabati di area persawahan.
Inovasi ini dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon untuk meningkatkan efisiensi kerja petani.
Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh menjelaskan drone tersebut merupakan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian.
Bantuan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas pertanian yang lebih cepat dan efektif.
Menurut Elmi, penggunaan drone memberikan keunggulan signifikan dibandingkan metode penyemprotan manual.
Jika sebelumnya petani harus turun langsung ke sawah dengan alat semprot, kini pekerjaan tersebut dapat dilakukan dari jarak jauh hanya oleh satu operator.
“Dalam satu kali operasional, drone mampu menjangkau lahan sekitar 7 hingga 8 hektare dalam satu kawasan,” ujar Elmi, Senin (27/4).
Uji coba teknologi ini, kata Elmi, telah dilaksanakan di salah satu lahan milik kelompok tani di Kota Cirebon. Hasilnya, para petani menyambut positif penggunaan drone karena dinilai mempermudah pekerjaan sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja di lapangan.
“Dalam tahap awal uji coba, penyemprotan menggunakan pestisida nabati yang ramah lingkungan. Produk tersebut merupakan pestisida organik yang tersedia secara komersial dan digunakan setelah dicampur dengan air,” ungkapnya.
Elmi menambahkan, pengelolaan drone berada di bawah Brigade Alsintan DKPPP. Seluruh kelompok tani di Kota Cirebon dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan mengajukan permohonan sesuai prosedur peminjaman alsintan yang berlaku.
“Nantinya penggunaan drone akan didampingi operator yang telah mendapatkan pelatihan khusus,” kata Elmi. (Agus Rahmat/FC)












































































































Discussion about this post