KUNINGAN, (FC).- Sebanyak 683 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Kuningan dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Seluruh tahapan persiapan telah memasuki tahap akhir, mencakup administrasi, kesehatan, hingga kesiapan teknis.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Fauji, mengatakan jemaah akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter) melalui Bandara Kertajati.
“Secara keseluruhan sudah siap, baik administrasi, kesehatan, maupun teknis keberangkatan,” ujar Fauji, Rabu (8/4).
Ia menjelaskan, Kloter 8 dijadwalkan berangkat pada 26 April 2026, sedangkan Kloter 39 akan diberangkatkan pada 18 Mei 2026 dan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Subang dan Majalengka.
Sebelum keberangkatan, seluruh jemaah akan dikumpulkan di Kuningan Islamic Center, kemudian diberangkatkan ke Asrama Haji Indramayu untuk menginap satu malam sebelum terbang ke Arab Saudi.
Fauji memastikan dokumen perjalanan seperti paspor dan visa hampir seluruhnya rampung. Koper jemaah juga telah didistribusikan, dengan ketentuan maksimal 32 kilogram untuk koper utama dan 7 kilogram untuk koper kabin.
Selain itu, jemaah telah mengikuti manasik haji sebanyak empat kali pertemuan di enam titik kelompok. Saat ini, mereka juga tengah menjalani vaksinasi meningitis sebagai syarat kesehatan.
“Jemaah kita beragam, yang tertua 85 tahun dan termuda 18 tahun. Semua dalam kondisi siap berangkat,” katanya.
Terkait isu konflik di Timur Tengah, Fauji menegaskan tidak ada dampak terhadap pelaksanaan ibadah haji, termasuk jadwal keberangkatan maupun biaya penerbangan.
“Informasi dari Kedutaan Arab Saudi menyebutkan kondisi tersebut tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan haji,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan jemaah terkait pembayaran dam yang dapat dilakukan melalui BAZNAS atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Indonesia maupun lembaga resmi di Arab Saudi.
Di sisi lain, masa tunggu haji bagi pendaftar baru saat ini mencapai sekitar 26 tahun dan berlaku merata di seluruh Indonesia.
“Tahun ini juga menjadi yang pertama penyelenggaraan haji berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah yang baru,” pungkasnya. (Angga)














































































































Discussion about this post