KUNINGAN, (FC).- Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan untuk mendorong pembinaan generasi muda melalui olahraga intelektual.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, secara resmi membuka Lomba Catur FORWADES Cup 2026 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Kuningan yang digelar di RM Cibentang & Padino Cafe, Kecamatan Kramatmulya, Sabtu (7/3).
Turnamen yang diinisiasi Forum Wartawan Desa dan Sekolah (FORWADES) tersebut menjadi ajang bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan strategi sekaligus mencari bibit pecatur muda potensial di Kabupaten Kuningan.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri perwakilan KONI, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua Percasi Kabupaten Kuningan H. Toni Kusumanto, Kabid Olahraga Disporapar Siswoyo (Boyo), Sekretaris Dinas Kominfo Cece Hendra Krissianto, Camat Kramatmulya Neneng Nurlaela Sari, serta para guru pendamping yang mengawal para peserta.
Ketua Panitia FORWADES Cup 2026 Gusbur menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.
Menurutnya, catur merupakan olahraga yang mampu melatih kecerdasan, ketelitian, dan kemampuan berpikir strategis bagi generasi muda.
“Catur mungkin terlihat rumit, tetapi permainan ini mampu mengasah kecerdasan dan strategi berpikir. Kami berharap dukungan pemerintah terus mengalir agar pembinaan olahraga catur di Kuningan semakin berkembang,” ujarnya.
Ketua FORWADES Kabupaten Kuningan Suradi menambahkan, turnamen ini juga menjadi bentuk kontribusi insan pers dalam mendorong potensi anak bangsa melalui kegiatan positif.
“Kami berharap dari kegiatan ini lahir atlet-atlet catur potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Kuningan di tingkat provinsi bahkan nasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Kuningan Toni Kusumanto menyebut turnamen kali ini memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan momentum Nuzulul Quran pada 17 Ramadan.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi tonggak kebangkitan olahraga catur di Kabupaten Kuningan.
“Catur mengajarkan strategi, sportivitas, dan kemampuan berpikir matang. Dalam permainan kita bisa saling menyerang secara taktis, namun setelah selesai kita tetap berjabat tangan. Nilai kedewasaan inilah yang penting ditanamkan pada generasi muda,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar memberikan apresiasi kepada FORWADES atas inisiatif menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga edukatif bagi para pelajar.
Menurutnya, permainan catur memiliki filosofi mendalam yang dapat menjadi pelajaran dalam kehidupan.
“Setiap langkah dalam catur memiliki konsekuensi, sama seperti keputusan dalam kehidupan. Kemenangan dalam catur tidak ditentukan oleh keberuntungan, tetapi oleh strategi dan taktik yang matang,” ujar Bupati.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga catur di daerah, Bupati Dian juga menyatakan akan memfasilitasi pengadaan seragam bagi pengurus Percasi serta menyumbangkan 50 papan catur melalui Disporapar Kabupaten Kuningan.
“Semoga dari Kuningan ke depan lahir pecatur-pecatur hebat yang mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta. Salah satunya Dafin, siswa peserta turnamen, mengaku senang bisa mengikuti kompetisi tersebut sebagai ajang menambah pengalaman bertanding.
“Saya ikut turnamen ini untuk menambah pengalaman dan menguji kemampuan melawan pemain dari sekolah lain. Semoga bisa bermain maksimal dan mendapatkan hasil yang baik,” ujarnya. (Angga)














































































































Discussion about this post