MAJALENGKA, (FC).– Di lereng pegunungan yang diselimuti kabut hujan, garis tanah di Desa Sukasari Kidul perlahan runtuh, menyisakan luka panjang di bentang alam selatan Majalengka.
Longsor setinggi sekitar 125 meter merobek areal pertanian warga di Blok Calingcing, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sekaligus memunculkan ancaman nyata bagi permukiman di sekitarnya.
Bupati Eman Suherman turun langsung meninjau lokasi bencana. Di tengah suara gemericik air dan tanah yang masih labil, ia mengingatkan bahwa curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor utama meningkatnya risiko longsor.
“Curah hujan beberapa hari ini begitu besar. Saya harapkan kita selalu waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor. Kepala desa dan camat harus terus melakukan monitoring, aktifkan kembali ronda 24 jam (Poskamling) agar lingkungan tetap siaga,” ujar Eman Suherman, Sabtu (14/2).
Ia menegaskan pemerintah daerah menyiapkan skenario darurat, termasuk sarana evakuasi, jika kondisi memburuk. Warga diminta terus memantau perkembangan situasi dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Tamim menjelaskan longsor di kawasan tersebut tergolong bencana hidrometeorologi yang dipicu cuaca ekstrem. Namun ancaman tidak berhenti di situ. Wilayah Kecamatan Argapura juga berada di jalur Sesar Baribis yang memiliki potensi pergeseran horizontal.
Menurutnya, terdapat dua titik longsoran aktif di lokasi kejadian. Jika hujan turun terus-menerus selama dua hari, evakuasi warga harus segera dilakukan untuk mencegah risiko korban.
“Jika hujan berlanjut tanpa henti selama dua atau tiga hari, masyarakat di sekitar zona rawan harus segera dievakuasi,” tegas Agus Tamim.
Kini aparat gabungan bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif. Di tengah tanah yang masih bergerak dan langit yang belum sepenuhnya bersahabat, kewaspadaan menjadi benteng utama warga Argapura, Kabupaten Majalengka, menghadapi ancaman bencana susulan. (Munadi)














































































































Discussion about this post