KOTA CIREBON, (FC).- Dipastikan Hari Senin ini, uji kompetensi untuk mendapatkan Sekda definitif Kota Cirebon digelar. Terkait nama-nama pejabat eselon IIb yang ikut, tidak banyak informasi yang didapat baik dari walikota, wakil walikota maupun penjabat sekda.
Namun wartawan koran ini berhasil mendapatkan informasi valid siapa saja empat nama tersebut. Setelah pada Jumat siang (19/6) mereka dipanggil ke rumah dinas walikota.
Pertama, muncul nama Agus Mulyadi saat ini menduduki jabatan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD). Pria yang akrab disapa Gusmul ini memiliki salah satu peran vital pada birokrasi pemerintahan Kota Cirebon.
Masalah anggaran, pendapatan dan keuangan daerah dipegang pria berpostur jangkung ini. Berbagai jabatan penting di Pemkot Cirebon sudah pernah dia duduki seperti asisten daerah, Plt Kadis PUPR dan lainnya.

Kedua, pejabat senior yang tidak lepas dari lingkungan Setda Kota Cirebon yakni Sumantho. Pria ramah ini sekarang menduduki jabatan strategis eselon IIb sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan.
Sumantho merupakan orang dibalik layar terkait pengaturan dinas-dinas ekonomi dan pembangunan, agar sejalan dengan kebijakan walikota dan wakilnya. Dia juga menjabat Ketua Dewan Pengawas Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon.

Selanjutnya yang ketiga adalah Yati Rohayati, sebagai pejabat eselon IIb yang menduduki kursi Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP), dia terhitung cukup senior. Pada kepemimpinan Azis-Eti, dia sudah beberapa kali dipercaya menjabat sebagai kepala dinas.
Mantan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) ini menjadi satu-satunya perempuan yang masuk bursa calon sekda. Ini mengindikasikan, bahwa dia sudah diakui kinerjanya dalam pemerintahan.

Yang terakhir atau keempat, bisa dibilang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Arif Kurniawan ini paling junior, diantara tiga calon sekda diatas.
Dibalik mejanya kebijakan perencanaan, anggaran, pembangunan Kota Cirebon dibuat. Nama Arif sebelumnya tidak diperhitungkan sama sekali. Pasalnya, dia baru sekitar dua tahun saja menduduki eselon IIb.
Nah, diwawancarai oleh FC, Minggu (21/6), Arif mengaku tidak menyangka dirinya diusulkan oleh walikota dan kemudian mendapatkan rekomendasi dari KASN. Guna mengikuti uji kompetensi menjadi Sekda Kota Cirebon.
“Kamis kemarin saya menerima surat undangan untuk mengikuti uji kompetensi sekda. Dan saya sempat tidak percaya,” ujarnya.
Bagi Arif, penunjukan dirinya merupakan kehormatan besar sekaligus kepercayaan dari walikota dan wakil walikota. Ini adalah perintah atasan, yang harus dipenuhi dan dilaksanakan.
Arif tidak mengesampingkan kenyataan bahwa dirinya baru menjabat Kepala BP4D atau eselon IIb selama dua tahun. Menurutnya, masih banyak yang lebih senior dan berpengalaman dibandingkan dirinya.
Tapi kembali lagi, kata Arif, pimpinan memiliki penilaian lain dan tersendiri. Baginya tidak ada alasan untuk menolak, apalagi ini demi kebaikan dan kemajuan Kota Cirebon.
“Iya mas, saya sepertinya paling junior ya. Bilamana pada uji kompetensi nantinya saya tidak terpilih, itu juga merupakan pengalaman berharga. Yang tidak setiap pejabat bisa mendapatkan kesempatan seperti itu,” ungkapnya.













































































































Discussion about this post