KAB. CIREBON, (FC).- Kegalauan pemerintah desa akibat penurunan drastis Pagu Anggaran Dana Desa (DD) tahun 2026, kucuran dana dari pusat yang terkonsentrasi untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berdampak langsung pada terhambatnya berbagai program pembangunan fisik.
Namun, di tengah situasi sulit ini, Desa Gagasari, Kecamatan Gebang, muncul dengan secercah harapan melalui kemandirian ekonomi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Iwak Pari.
BUMDes Iwak Pari membuktikan perannya sebagai pilar penyangga pendapatan desa. Melalui unit usaha peternakan ayam broiler yang telah ditekuni selama tiga tahun terakhir, BUMDes ini sukses memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Desa (PADes).
Transparansi dan kontribusi nyata dalam kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) akhir tahun yang digelar sebelum Musrenbangdes, pengurus BUMDes memaparkan hasil usaha secara transparan kepada masyarakat.
Ketua BUMDes Iwak Pari, Khairul Azhari, didampingi Bendahara BUMDes, Iman, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya berhasil menyetorkan PADes yang cukup signifikan.
“Alhamdulillah, kami telah melaksanakan laporan pertanggungjawaban tahunan. Ini adalah bentuk transparansi kami kepada masyarakat. Untuk tahun ini, kami menyerahkan PADes sebesar Rp65.900.000, atau hampir mencapai Rp66 juta,” ujar Khairul Azhari, kemarin.
Kontribusi ini menjadi sangat krusial mengingat Dana Desa sedang mengalami penurunan. Khairul menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir, keuntungan dari unit usaha ayam broiler ini difokuskan untuk membiayai pembangunan rabat beton jalan desa. Untuk tahun 2026, meskipun wewenang penggunaan anggaran ada di tangan Pemerintah Desa, arah pembangunan diprediksi tetap pada sektor infrastruktur.
“Sesuai pemaparan Pak Kuwu, anggaran PADes ini kemungkinan besar akan kembali dialokasikan untuk betonisasi jalan gang desa yang belum tuntas. Ini juga merupakan upaya memenuhi janji Pemdes kepada masyarakat agar infrastruktur jalan desa bisa selesai 100 persen,” tambahnya.
Keberhasilan BUMDes Iwak Pari tidak terlepas dari sistem kelola yang apik. Saat ini, unit peternakan mereka mampu memproduksi ayam broiler dengan total kapasitas 22.500 ekor. Dalam operasionalnya, BUMDes menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan swasta.
“Kami bekerja sama dengan pihak swasta untuk penyediaan Sarana Produksi Peternakan (Sapronak) hingga proses panen. Sistemnya adalah bagi hasil dari Sisa Hasil Usaha (SHU) setelah dikalkulasi antara biaya kebutuhan modal dan hasil tonase panen dengan harga pasar yang berlaku,” jelas Khairul.
Meski kapasitas kandang ayam saat ini sudah mencapai batas maksimal, pengurus BUMDes Iwak Pari tidak berhenti berinovasi. Mereka tengah menyusun strategi untuk mendongkrak PADes tahun depan melalui program ketahanan pangan.
Khairul menyebutkan, pihaknya sedang mengkaji peluang di bidang peternakan komoditas lain atau sektor pertanian. Namun, sektor pertanian memiliki tantangan tersendiri karena keterbatasan lahan desa yang sebagian besar sudah disewa oleh masyarakat.
“Tahun ini kami berencana menjalankan unit usaha baru dari anggaran ketahanan pangan. Bisa di bidang pertanian atau peternakan dengan komoditas yang berbeda. Tujuannya hanya satu, yakni mendobrak agar PADes tahun depan bisa lebih besar lagi sehingga pembangunan di Desa Gagasari tidak terhenti meski Dana Desa dari pusat berkurang,” pungkasnya optimis.
Langkah berani Desa Gagasari melalui BUMDes Iwak Pari ini menjadi bukti bahwa inovasi dan kemandirian ekonomi desa adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika kebijakan anggaran nasional.
Sementara kuwu Gagasari, Tamam Heriyanto mengungkapkan, pagi anggaran darialokasi DD, pada APBDes 2026 dialokasikan untuk dukungan KDMP sebesar Rp730 juta, sehingga hanya menyisakan sekitar Rp370 juta, dan akan habis untuk beberapa program wajib serta pemberdayaan, sehingga pembangunan fisik dari alokasi DD dipastikan ditahun anggaran 2026 tidak ada.
“Kebetulan infrastruktur terutama jalan lingkungan setiap tahun didukung PADes dari BUMDes dan hanya menyisakan sekitar 4 ruas jalan yang belum ditangani, adanya PADes dari BUMDes ini dipastikan infrastruktur di Desa Gagasari aman meski tidak ada alokasi dari DD,” terangnya. (Nawawi)

















































































































Discussion about this post