KUNINGAN, (FC).- Publik Kabupaten Kuningan kembali digemparkan oleh sebuah video yang diunggah akun resmi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciporang.
Dalam rekaman itu, seorang petugas terlihat mengaduk potongan ikan dori berbumbu menggunakan tangan kosong, tanpa sarung tangan, sementara cincin dan jam tangan masih melekat di tangannya.
Video tersebut diduga menunjukkan proses persiapan bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah.
Tak butuh waktu lama, unggahan itu memicu kegelisahan para orang tua siswa dan menuai reaksi keras dari kalangan akademisi kesehatan.
Salah satunya datang dari Aldi, mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan, yang menilai tindakan tersebut sangat membahayakan.
“Itu sangat tidak higienis. Potensi munculnya bakteri penyebab diare atau keracunan sangat besar. Tidak punya hati!” tegas Aldi.
Ia menambahkan, tangan merupakan salah satu sumber utama penularan penyakit.
“Meskipun sudah cuci tangan, kalau tidak sesuai SOP tetap berbahaya. Apalagi kalau yang melakukan lulusan kesehatan patut dipertanyakan ilmu dan ijazahnya,” kritiknya tajam.
Sementara polemik terus bergulir, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan memberikan penjelasan resmi untuk meredam keresahan publik.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Idik Sidik, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Edi Martono menjelaskan bahwa penggunaan sarung tangan dalam pengolahan makanan tidak selalu wajib, tergantung tahapan dan jenis makanan yang diolah.
“Mengolah makanan tanpa sarung tangan masih dapat dilakukan, asalkan cuci tangan dilakukan dengan benar, tidak ada luka terbuka, dan kuku dalam kondisi pendek,” jelas Idik.
Ia menambahkan, sarung tangan justru bisa menjadi sumber kontaminasi jika tidak sering diganti atau digunakan sambil memegang benda lain.
Menurut Idik, sarung tangan harus digunakan ketika menangani makanan siap saji yang tidak dimasak lagi, sementara pada bahan yang masih akan dimasak, penggunaan tangan kosong masih diperbolehkan selama mengikuti protokol kebersihan yang ketat.
“Tidak ada aturan mutlak yang mewajibkan sarung tangan. Namun, menangani makanan dengan tangan kosong memang memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi,” tandasnya.
Hingga kini, pihak SPPG belum memberikan keterangan resmi terkait prosedur standar yang diterapkan dapur pengolahan MBG.
Sementara itu, video yang terlanjur viral tersebut terus memancing diskusi publik mengenai pentingnya standar higienis dalam penyediaan makanan bagi ribuan siswa penerima MBG di Kabupaten Kuningan. (Angga/FC)
















































































































Discussion about this post