KUNINGAN, (FC).- Suasana Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin (27/10), dipenuhi semangat para perempuan inspiratif dari berbagai penjuru daerah.
Mereka datang untuk satu tujuan untuk memperkuat peran perempuan dalam mengelola keuangan keluarga di tengah derasnya arus digital.
Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP), Bank Kuningan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan bertajuk Literasi dan Inklusi Keuangan “Bijak Finansial, Aman Digital: Langkah Nyata Perempuan Melawan Kejahatan Keuangan.”
Kegiatan yang digelar secara hybrid ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kecamatan.
Acara dikemas ringan namun sarat makna, mengedukasi perempuan agar tidak hanya pintar mengatur keuangan rumah tangga, tetapi juga waspada terhadap kejahatan finansial seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal.
Plt. Ketua DWP Kabupaten Kuningan, Rika Farliani, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
“Perempuan adalah penggerak ekonomi di akar rumput. Mereka yang cerdas finansial tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tapi juga keluarganya dari jerat pinjol dan penipuan digital,” ujarnya.
Rika mengajak para peserta untuk berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi, namun tetap berhati-hati dalam setiap langkah.
“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, justru jadi pemicu untuk melangkah lebih jauh dan berdaya,” tambahnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Ela Helayati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
Ia menilai, literasi keuangan tidak hanya soal uang, melainkan juga soal karakter dan kemandirian.
“Kalau keluarga bisa mengelola keuangan dengan baik, maka mereka akan terhindar dari jerat utang konsumtif dan bisa membangun kehidupan yang lebih sejahtera,” tutur Ela.
Ela juga menyoroti fakta bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pengguna pinjaman online tertinggi di Indonesia.
Menurutnya, hal ini menunjukkan perlunya peningkatan literasi keuangan, terutama di kalangan perempuan.
“Kita ingin perempuan Kuningan jadi pionir keluarga tangguh dan cerdas digital,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kuningan, Dodo Warda, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen mendukung gerakan literasi keuangan.
“Bank Kuningan tidak hanya fokus pada layanan finansial, tapi juga aktif turun ke sekolah dan komunitas untuk memberikan edukasi. Karena masyarakat yang bijak mengelola uang, adalah masyarakat yang siap menatap masa depan,” ujarnya.
Dari OJK Cirebon, Panny Malangsari menambahkan, literasi keuangan adalah perisai paling ampuh melawan kejahatan ekonomi digital.
“Perempuan harus menjadi pelopor gaya hidup finansial sehat dengan menabung, menghindari utang konsumtif, dan cermat bertransaksi digital,” ungkapnya.
Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi perempuan untuk membangun kesadaran baru, bahwa perempuan bukan hanya pengatur keuangan rumah tangga, tetapi juga agen perubahan ekonomi daerah.
Melalui literasi dan inklusi keuangan, perempuan Kuningan diharapkan tumbuh menjadi sosok yang mandiri, berdaya, dan menjadi garda depan dalam menciptakan keluarga tangguh di era digital (Angga/Job/FC)















































































































Discussion about this post