MAJALENGKA,(FC), – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Majalengka masih menunggu Keputusan Menteri PUPR, namun lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat tersebut sudah tersedia, yakni di Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong seluas 6,73 hektare.
Menurut keterangan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majalengka Nasrudin, lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat berada di Blok Nanggerang, kelurahan Simpeureum.
Dikatakannya lahan untuk Pembangunan sudah clear, tidak ada kendala karena status lahan tersebut milik Pemerintah Kabupaten Majalengka.
“Lahan yang akan digunakan seluas 6,73 hektare, clear itu, peruntukan Sekolah Rakyat untuk pembangunannya nunggu putusan dari Kementerian PUPR,” ungkap Nasrudin, Rabu (6/8).
Nasrudin memastikan lahan yang dipergunakan untuk Sekolah Rakyat tersebut adalah lahan tegalan, bukan lahan sawah apalagi lahan sawah dilindungi.
Menurutnya, untuk pembelajaran bagi Sekolah Rakyat ini dipastikan menunggu pembangunan gedung selesai. Nantinya selain ruang belajar, juga tersedia asrama bagi para siswa yang sekolah di sana, sehingga areal untuk pembanguan sekolah dan asrama akan sangat luas.
Semula Sekolah Rakyat rintisan akan diselenggarakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di ruas Jl Abdul Halim berdekatan dengan lapang GGM, itu jika dilaksanakan di tahun 2025, karena di sana tersedia asrama juga ruang belajar, dan Sekolah Rakyat permanen dibangun di Kelurahan Simpeureum yang diperkirakan baru akan beroperasi pada tahun 2026.
“Penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan tempatnya di SKB juga keputusannya dari Pemerintah Pusat,” ungkap Nasrudin.
Menyinggung soal siswa yang akan sekolah di Sekolah Rakyat, menurutnya diperkirakan cukup banyak, karena para siswa berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang datanya diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
“Siswanya akan berasal dari DTSEN Desil I dan II atau kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah secara nasional, yang termasuk dalam kategori sangat miskin atau miskin ekstrem” katanya.
Jumlah keluarga miskin berdasarkan Desil I, menurut Nasrudin, sebanyak 47.959 KK atau 135.771 jiwa, data Desil II jumlahnya sebanyak 51.354 KK atau 154.46 jiwa, dari data tersebut akan diklasifikasi apakah memiliki anggota keluarga usia sekolah atau tidak, dan mereka akan di rekrut untuk sekolah di Sekolah Rakyat.
“Mudah – mudahan Sekolah rakyat di Majalengka bisa memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas, mereka dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bisa terentaskan kehidupannya melalui pendidikan tersebut sesuai harapan semua, karena sekolah tersebut didirikan oleh Pemerintah Pusat untuk meningkatkan SDM yang unggul, berkarakter serta memiliki keterampilan yang mumpuni sebagai jalan mencari penghidupan mereka,” paparnya. (Munadi)















































































































Discussion about this post