KAB. CIREBON, (FC).- Acara webinar ke-3 Fajar Cirebon, berhasil membuat para peserta antusias dalam mengikuti webinar tersebut, yang diselenggarakan secara online di kantor Koran Harian Umum Fajar Cirebon, pada pukul 10.00-12.00 WIB, Rabu (3/6).
Webinar yang memiliki tema ‘Quovadis Ekonomi atau Kesehatan Indonesia masa Wabah Covid-19’ ini mengundang para panelist yang kompeten dibidangnya, seperti Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Founder OK-OC, Sandi Salahudin Uno, Anggota DPR RI, Netty Prasetiani, Ketua Satgas Covid-19 PAPDI Cirebon, dr. M. Lutfi.
Dalam webinar tersebut, Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam penerapan new normal ini.
“Faktor resiko kesehatan masyarakat tetap harus menjadi yang utama, setelah itu kita fokus ke dampak ekonomi, dan karena UMKM memiliki dampak ekonomi terbesar, mestinya diberikan prioritas utama khususnya dibidang konsumsi,” jelas Sandiaga.
Selain itu, dr. M. Lutfi, sebagai Ketua Satgas Covid-19 PAPDI Cirebon, merespons salah satu pertanyaan mengenai pengelolaan pemeriksaan metode PCR yang di klaim SDM dan perlengkapan FK UGJ lebih baik dibanding perlengkapan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon.
“Kami mengelola pemeriksaan metode PCR dalam konteks survey, skrining, dan diagnostik. Untuk survey dan skrining bisa dilakukan oleh FK UGJ, sedangkan untuk diagnosis oleh RS Waled. Kedua institusi tetap berkoordinasi,” ungkap Lutfi.(Indah)












































































































Discussion about this post