INDRAMAYU, (FC).- Mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, Darwina (44) warga Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu sukses menjadi pengusaha dan penggiat sosial.
Semangat Perempuan kelahiran Indramayu, 19 September 1981 ini, tidak kendor meski menelan Pengalaman pahit saat bekerja di Singapura, bahkan justru hal itu menjadi pelajaran berharga yang mengantarkannya menjadi sosok inspiratif bagi banyak orang.
Pada awal tahun 2000-an, Darwinah pernah bekerja di Singapura selama lima bulan. Pengalaman kurang menyenangkan sebagai korban trafficking membuatnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
Namun, semangatnya untuk meraih kesuksesan tak pernah padam. Pada tahun 2004, ia kembali mencoba peruntungan di luar negeri, kali ini di Hong Kong, selama empat tahun.
Di Hong Kong, Darwinah mendapatkan pengalaman yang jauh lebih baik. Ia beruntung memiliki majikan yang baik, memperoleh hak libur, serta kesempatan untuk berorganisasi dan berinteraksi dengan PMI lainnya.
Bahkan, di sana ia berhasil menyelesaikan pendidikan SMA dan melanjutkan kuliah setelah kembali ke Indonesia.
“Saat berangkat ke luar negeri, ijazah saya hanya SMP. Di Hong Kong, saya melanjutkan SMA, dan setelah pulang dari Hong Kong, saya baru bisa kuliah. Jadi, dampak pengalaman positif yang saya peroleh sangat banyak selama di Hong Kong,” ungkap Darwinah saat ditemui di rumahnya, Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Senin (16/6).
Setelah empat tahun bekerja di Hong Kong dan berhasil mengumpulkan modal yang cukup, Darwinah memutuskan untuk kembali ke Tanah Air.
“Saya memutuskan untuk pulang ke Indonesia karena saat berangkat saya belum menikah, dan orientasi utama saya ke luar negeri hanya untuk mencari modal usaha serta membahagiakan orang tua,” katanya.
Sekembalinya ke Indonesia, Darwinah segera memanfaatkan modalnya untuk membangun beragam usaha sukses.
Ia mendirikan Kenanga Mandiri, sebuah pusat produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) yang menghasilkan olahan mangga, olahan ikan, dan keripik usus ayam.
Selain itu, ia juga memiliki kedai kopi bernama Winn’AH Coffee Shop. Kesuksesannya tak berhenti di situ, Darwinah juga dipercaya menjabat sebagai Komisaris di PT Niaga Teknologi Indonesia, sebuah perusahaan ekspor impor.
Selain bergelut di dunia bisnis, ibu tiga anak ini juga sangat aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi.
Bersama sang suami, Darwinah terlibat dalam berbagai peran penting, antara lain sebagai instruktur kewirausahaan, pendamping desa migran produktif, motivator kewirausahaan, dan pendamping UMKM Indramayu.
Ia juga dipercaya sebagai Ketua Koperasi Kami Maju Bersama dan pengelola Yayasan Ulumul Qur’an.
“Sekembalinya di Indonesia, saya banyak terlibat dalam kegiatan pemberdayaan. Latar belakang saya terjun ke dunia pemberdayaan adalah empati terhadap teman-teman purna PMI. Banyak dari mereka yang pulang ke tanah air dalam keadaan uang habis dan tidak tahu harus berbuat apa, sehingga mereka terpikir untuk kembali bekerja di luar negeri. Maka saya ingin menjembatani agar teman-teman purna PMI bisa mandiri di rumah, menghasilkan uang sambil mengurus keluarga, tanpa harus kembali merantau,” jelas Darwinah.
Kepedulian Darwinah terhadap sesama PMI dan keluarganya sangat tinggi. Ia mendirikan rumah belajar untuk anak-anak pekerja migran, menyediakan sarana dan prasarana belajar Al-Quran, ilmu umum, dan perpustakaan secara gratis.
“Kami menyediakan sarana belajar Al-Quran, ilmu umum, dan perpustakaan secara gratis dengan tujuan menjadi orang tua kedua bagi anak-anak PMI. Banyak anak yang orang tuanya masih di luar negeri ataupun yang sudah kembali ke tanah air datang untuk belajar. Selain saya, ada juga guru-guru lain yang mengajar, dan semua fasilitas ini gratis. Alhamdulillah, kegiatan ini telah berlangsung terus-menerus dari sejak tahun 2008 hingga kini (2025),” ungkapnya.
Ia juga aktif memberikan pendampingan dan motivasi kepada para purna PMI agar bisa mandiri secara ekonomi. Atas dedikasi dan kerja kerasnya, Darwinah telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya Purna Migran Award kategori Sosial Entrepreneur dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia 2021, Pejuang Kemandirian Ekonomi Koalisi Perempuan Indonesia 2021, UMKM Inspiratif BMT Indonesia 2021, Purna PMI Award Jawa Barat 2012, dan masih banyak penghargaan lainnya.
Darwinah berpesan kepada para PMI untuk tidak berperilaku konsumtif dan lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Ia juga menekankan bahwa bekerja di luar negeri adalah jembatan untuk meraih kesuksesan, dan bagaimana kita memanfaatkan kesempatan tersebut akan menentukan hasil akhirnya.
Kisah Darwinah adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras, semangat pantang menyerah, dan kepedulian terhadap sesama, kesuksesan bisa diraih oleh siapa saja, termasuk para mantan pekerja migran. (Agus Sugianto)












































































































Discussion about this post