KAB CIREBON,(FC).- Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, Bambang Tirto Mulyono, menyatakan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh kesalahan metode penambangan yang dilakukan oleh pihak pengelola tambang.
Peringatan sudah berkali-kali disampaikan oleh pihak ESDM namun pemilik tetap membandel.
“Kami sudah berulang kali memperingatkan pihak pengelola tambang, bahkan sudah dengan nada keras. Polresta Cirebon juga telah memasang garis polisi di lokasi sejak Februari karena metode penambangan yang dilakukan tidak sesuai standar keselamatan. Seharusnya penambangan dilakukan dari atas, bukan dari bawah,”kata Bambang kepada awak media di lokasi kejadian. Jumat (30/5).
Langkah berikutnya, lanjut Bambang, mulai sore ini, lokasi penambangan Galian C Gunung Kuda Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon resmi ditutup sementara.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dijadwalkan akan meninjau lokasi pada malam hari ini.
“Meskipun izin tambang itu masih berlaku hingga November 2025, namun operasional tambang tersebut juga telah dicabut per hari ini,” tegasnya
Sementara dilokasi yang sama Kapolresta Cirebon, Kombes Sumarni mengungkapkan bahwa hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung.
“Kami telah menemukan sepuluh korban meninggal dunia, sementara 12 orang lainnya mengalami luka-luka. Dua di antaranya telah diperbolehkan pulang. Namun, kami menduga masih ada delapan orang lain yang tertimbun material longsoran,” ujarnya
Sumarni menambahkan, dari selain para pekerja tambang, seorang perempuan yang saat itu tengah berjualan es di sekitar lokasi tambang turut menjadi korban.
Posko pengaduan dan bantuan untuk keluarga korban kini telah didirikan oleh pihak kepolisian sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan.
Saat ini, pemilik tambang tengah dimintai keterangan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga membuka kemungkinan adanya pelanggaran pidana terkait kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa dan kerusakan lingkungan. (Johan)
















































































































Discussion about this post