KOTA CIREBON, (FC).- Pengelolaan Apotek Pasuketan diduga tidak dilakukan dengan profesional. Hal ini membuat omset atau pendapatan apotek ternama di Kota Cirebon ini turun drastis.
Hal ini berimbas kepada bagi hasil keuntungan yang diterima oleh Indrawati Setiabudi sebagai salah satu pemilik, selain dari Benyamin Setiabudi yang mengelola bersama istrinya, menjadi turun tiap tahunnya.
Selain itu ada dugaan karena Benyamin lebih fokus mengelola apotek yang didirikannya sendiri di beberapa tempat di wilayah Cirebon.
Untuk diketahui berdasarkan Akta Perdamaian No. 16/Pdt.G/2022/PN.CBN Tanggal 30 Mei 2022, telah disepakati pembagian keuntungan untuk Indrawati senilai 25 persen. Sedangkan Benyamin senilai 75 persen dan disepakati Benyamin sebagai pengelola apotek.
Indrawati akan menyerahkan seluruh bagiannya tersebut, untuk disalurkan pada kegiatan sosial kemasyarakatan, melalui 5 elemen masyarakat.
Elemen masyarakat yakni Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih Indonesia, Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI), Yayasan Nawasena Parahita Lestari dan Yayasan Kori Padang Raharja.
Dalam pers conference Selasa (25/2/2025), 5 elemen masyarakat sepakat untuk mendorong pengelola Apotek Pasuketan serius menjalankan bisnisnya.
Seperti yang diungkapkan Suhartono, perwakilan dari Pemuda Pancasila, meminta pengelola mengoptimalkan kinerja apotek agar pendapatannya bisa meningkat.
“Terimakasih kepada Ibu Indrawati yang mempercayakan kami menyalurkan keuntungan yang diterimanya untuk berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Seperti Jumat Berkah, cek kesehatan gratis, donor darah. Dan kami membangun Futsal Akademi sebagai wadah generasi muda,” ucapnya.
Sementara itu, Sri Sulistiowati, pengurus Yayasan Nawasena Parahita Lestari, juga berterimakasih atas bantuan yang diterima yayasannya.
Penggunaan bantuan ini untuk memberikan pelatihan dan membantu warga binaan atau narapidana. Untuk perempuan menerima bantuan kompor gas dan laki-laki mendapatkan pelatihan untuk mencari pekerjaan.
“Selain itu, bantuan akan digunakan memberikan pelatihan dan dukungan bagi anak-anak binaan yang belajar membaca, menulis, berhitung, dan bahasa Inggris, termasuk PAUD Dukuh Semar yang kami bangun,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Cornelius Sianturi M.Div, pengurus Yayasan Kori Padang Raharja, salut atas apa yang dilakukan Indrawati. Yayasannya bergerak dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang peternakan kambing, yang akan diambil susunya.
“Kita berencana akan menyalurkan kambing di Cirebon, untuk diserahkan kepada petani. Tujuannya agar kambing bisa diambil susunya dan juga bisa menambah pendapatan dengan menjual susu. Dengan demikian bisa meningkatkan taraf hidup petani itu sendiri,” ujarnya.
Kemudian, Priyanto dari AWNI menambahkan, bantuan dari Indrawati akan dipergunakan untuk pemberdayaan anak jalanan dan membantu panti jompo. “Besar harapan kami, bantuan ini bisa bermanfaat bagi penerimanya. Terimakasih Ibu Indramati,” ucapnya.
Laskar Merah Putih Indonesia, diwakili oleh Mas Grand menilai, tindakan terpuji dari Indrawati ini patut diteladani. Pasalnya, dia mengikhlaskan seluruh bagiannya dari Apotek Pasuketan untuk disalurkan pada kegitan social dan kemanusiaan.
“Kami akan menggelar kegiatan social bersama anak yatim, terutamaanya menjelang Ramadan, kami akan menyediaakan takjil dan buka puasa bersama gratis. Tidak lupa kegiatan donor darah dan santunan juga akan kami laksanakan,” pungkasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post