Sementara peserta lainnya, H. Budi Alimudin menyampaikan pembuatan makalah itu merupakan salah satu cara para kandidat menuangkan gagasan atau ide kreatif dalam memahami masalah dari SKPD yang akan dipimpin nanti.
“Dalam makalah tersebut setiap kandidat menuliskan bagaimana peranan seorang kepala SKPD dalam memahami permasalahan yang ada dan memberikan solusi yang direkomendasikan jika terpilih dalam jabatan yang diharapkannya,” jelas Budi.
Terpisah, Tirsman Supriatna menyebutkan bahwa tahapan Open Bidding yang sudah dilakukan oleh Pansel merupakan sesuatu yang serius, demi menjaring calon-calon yang nanti memimpin SKPD.
“Kita rasakan proses Open Bidding ini tidak main-main. Semua peralatan termasuk HP diamankan, diatas meja hanya ada kertas dan ballpoint dan pembuatan makalah yang harus diseleksaikan waktunya terbatas. Dan kami semua peserta pasti dengan sungguh-sungguh menghadapi tahap pembuatan makalah ini, untuk mendapatkan hasil yang paling maksimal,” jelas Trisman.
Hal senada disampaikan U. Kusmana yang juga peserta open Bidding. Ia mengaku tahapan kali ini memang waktunya sangat terbatas. Namun setidaknya semua bisa menjadi pengalaman terindah dalam agenda open bidding tersebut.
Sementara, Wahyu Hidayah juga menyebutkan tahapan kali ini menjadi pengalaman baginya yang sangat berharga. Baginya seleksi penulisan makalah tersebut dipastikan berlangsung dengan fair play.














































































































Discussion about this post