“Alhamdulillah kita punya rumah sakit seperti rumah sakit umum lainnya bahkan rumah sakit kita lebih ketat dari segi keamanannya, jadi kita putuskan untuk mengkarantina 48 orang tersebut di rumah sakit lapas,” katanya.
Pihaknya mengatakan sebisa mungkin memprotek 48 warga binaan yang berasal dari Jakarta tersebut, yang bertujuan agar tidak menyebarkan ke warga binaan yang lainnya.
“Kita kurang lebih sudah 34 hari mengisolasi warga binaan ini, karena kita tidak mau virus nantinya menyebar keluar apalagi kepada warga binaan yang lain,” paparnya.
Ali mengungkapkan sampai saat ini sudah melakukan rapid test kembali dan ada beberapa orang yang masih dalam status reaktif.
“Kita sudah lakukan hasil swab ulang setelah seminggu dari hasil pertama kepada 4 orang tersebut dari hasil yang kedua dinyatakan negatif, tapi kita tunggu besok akan melaksanakan swab test lagi dari provinsi,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Lapas Kelas 1 Kota Cirebon, Restu mengatakan sudah melaksanakan tracking yang kontak erat dengan keempat orang yang sebelumnya positif.
“Kita sudah lakukan tracking, dan nanti besok kita swab semua yaitu 48 orang warga binaan asal Cipinang tersebut dan 108 petugas di lapas kelas 1 Kota Cirebon,” tandasnya.(Sakti/FC).













































































































Discussion about this post