“Kami sudah petakan ada sebanyak 17 TPS sangat rawan, 291 rawan dan sisanya kami nilai aman,” terangnya.
Seperti diketahui, dalam Simulasi Pengamanan, Jajaran Polres Indramayu melakukan pemetaan ganguan dalam pilkada tentang aksi unjuk rasa Ratusan massa pendukung di depan kantor KPU Indramayu dengan membawa berbagai benda, massa mulai mengepung gedung yang telah dijaga ketat ratusan personel kepolisian itu.
Bentrokan terjadi saat massa berusaha menerobos barikade polisi di gerbang KPU. Meski telah dipagar betis, nassa terus merangsek.
Imbauan dan peringatan polisi tak dihiraukan masaa. Parahnya, massa malah melawan dan melakukan pelemparan terhadap polisi. Tak mau tindakan anarkis lebih parah lagi, polisi akhirnya memukul mundur massa.
Pasukan brimob yang dilengkapi tameng dan pentungan menghalau massa yang anarkis. Tak hanya itu, polisi juga menembakkan gas air mata ke arah massa.
Tindakan polisi berhasil meski belasan massa terkapar akibat bentrokan. Beberapa petugas medis yang ikut mengawal unjuk rasa, mengevakuasi korban luka ke rumah sakit. Sementara situasi akhirnya berhasil dikendalikan ditutup dengan penangkapan sejumlah orang yang dianggap sebagai provokator.
















































































































Discussion about this post